Rudyatmo: Penyelenggaaan ujian CPNS boros angaran

id Wali kota, ujian cpns

Rudyatmo: Penyelenggaaan ujian CPNS boros angaran

Salah satu peserta ujian CPNS sedang melakukan pendaftaran administrasi (Foto: Aris Wasita)

Sragen (Antaranews Jateng) - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengkritik penyelenggaraan Ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang dinilai membuang anggaran.
     
"Kalau melihat penyelenggaraan ini menurut saya boros, penerapan 'passing grade' ini seharusnya dikaji ulang," katanya di sela pantauan Ujian CPNS 2018 di GOR Diponegoro Kabupaten Sragen, Senin.

Adapun, jika sesuai dengan "passing grade" pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yaitu untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) nilai minimal 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Karakteristik Kepribadian (TKP) 75. Untuk nilai minimal hasil akumulasi dari ketiga indikator tersebut yaitu 298.

"Jika satu saja dari tiga indikator ini nilainya kurang dari angka minimal tersebut maka dinyatakan tidak lolos. Lalu untuk apa ada nilai akumulasi 298," katanya.

Ia berharap ke depan sistem penilaian tersebut bisa diganti agar tidak memberatkan para peserta.

"Misalnya yang penting nilai akumulasi ini memenuhi. Kalau sekarang misalnya jumlah pendaftar 7.000 orang dan yang lolos 200 kan jadinya boros. Anggaran yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasilnya," katanya.
 
 Sementara itu, Wakil Bupati Sragen Deddy Endriyatno mengatakan hasil dari Ujian CPNS Pemkab Sragen yang dilaksanakan Jumat (26/10) dan Sabtu (27/10) juga tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
 
"Dari 505 formasi yang tersedia dan jumlah pendaftarnya 2.922 orang, untuk yang memenuhi "passing grade" kira-kira hanya 100 orang. Kemarin ada peserta yang dua indikatornya dapat nilai bagus tetapi untuk TWK nilainya kurang jadi 'nggak' lulus," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Surakarta Lisino Soares mengatakan pada Ujian CPNS 2018 Pemkot Surakarta jumlah peserta yang lolos administrasi dan mengikuti ujian tertulis tersebut sebanyak 7.055 orang.

"Dari sebanyak ini, formasi yang dibutuhkan 461 orang. Untuk pelaksanaan ujian khusus pendaftar Pemkot Surakarta mulai Sabtu (27/10) hingga Selasa (30/10)," katanya.

Ia mengatakan dalam satu harinya ada 2.250 peserta yang mengikuti ujian tertulis. Mereka dibagi ke dalam lima sesi dengan masing-masing sesinya sebanyak 450 peserta.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar