Mendaki Gunung Slamet, 5 remaja dijemput Tagana

id jemput pendaki

Mendaki Gunung Slamet, 5 remaja dijemput Tagana

Tim SAR gabungan saat menjemput lima remaja dari puncak Gunung Slamet, Jumat (22-6-2018). (Foto: Dok. Tagana Banyumas)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Tim Taruna Siaga Bencana Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan penjemputan terhadap lima remaja dari Pos VII, puncak Gunung Slamet, kata Koordinator Tagana Banyumas Ady Candra.

"Penjemputan tersebut dilakukan berdasarkan informasi bahwa `basecamp` pendakian Gunung Malang menerima laporan dari orang tua kelima remaja yang mendaki Gunung Slamet," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Ia mengatakan lima remaja tersebut terdiri atas Alief Desti Nur Fajriah (14) dan Erni Setiawati (15), warga Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, serta Arzu Rohmata Robi (16), Alfi Muzaqi (18), dan Ikhza Maulana (17), warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Menurut dia, pendakian yang dilakukan oleh lima remaja itu berawal dari kedatangan Arzu ke rumah Alief pada tanggal 19 Juni 2019 untuk memintakan izin kepada orang tuanya agar diperbolehkan mendaki Gunung Slamet dan remaja putri tersebut diizinkan oleh ibundanya, Kariti.

Selanjutnya pada tanggal 20 Juni, Alief dan Erni mengantar baju untuk bibinya yang berada di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma, Purwokerto, namun dalam perjalanan pulang, mereka bertemu dengan Arzu bersama dua rekannya, yakni Alfi dan Ikhza.

Oleh karena Arzu dan dua rekannya berboncengan tiga orang, maka dia meminta tolong kepada Alief untuk mengantar mereka mendaki Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Alief dan Erni bersedia mengantar Arzu beserta dua rekannya ke Bambangan Purbalingga meskipun tanpa pamit ke orang tuanya dan seluruh perlengkapan serta bekal perjalanan masih ada di rumah.?

"Pada hari Jumat (22/6), Pemerintah Desa Limpakuwus melaporkan kejadian tersebut ke Posko Tagana Banyumas karena ibunda Alief mencari anaknya hingga `basecamp` Bambangan sejak hari Kamis (21/6), namun tidak ditemukan," kata Candra.

Ia mengatakan berdasarkan data di pos pendakian Bambangan, kelima remaja tersebut tidak tercatat mendaki Gunung Slamet.

Setelah ditelusuri, kata dia, lima remaja tersebut ternyata mendaki Gunung Slamet melalui Gunung Malang.

"Terkait dengan hal itu, Kepala Dusun Sokawera bersama petugas penyelamat `basecamp` Gunung Malang menyusul kelima remaja tersebut pada hari Jumat (22/6), pukul 07.00 WIB," katanya.

Setelah Tagana Banyumas mengumpulkan informasi di Balai Desa Limpakuwus, kata dia, satu regu penjemputan yang terdiri atas anggota Pemuda Pancasila dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas berangkat ke puncak Gunung Slamet pada pukul 12.30 WIB.

Selain itu, kata dia, pihaknya menghubungi salah seorang personel Tagana Kabupaten Purbalingga untuk membantu proses penjemputan.

"Tim yang terdiri atas Kadus Sokawera dan petugas `basecampe` Gunung Malang bertemu dengan kelima remaja tersebut pada pukul 14.00 WIB dan meminta mereka untuk pulang," katanya.

Ia mengatakan tim Pemuda Pancasila melakukan penjemputan di Pos II Jalur Pendakian Gunung Slamet melalui Gunung Malang, sedangkan Tagana Banyumas dan Pramuka Peduli bertemu di pertengahan Pos I dan Pos II.

Menurut dia, kelima remaja tersebut sampai di pos pendakian Gunung Malang pada pukul 17.45 dalam kondisi sehat dan selamat.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar