Sigit: Akreditasi rumah sakit jaminan layanan kesehatan yang optimal

id pemkot magelang, wali kota magelang sigit widyonindito, akreditasi rumah sakit

Sigit: Akreditasi rumah sakit jaminan layanan kesehatan yang optimal

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membuka lokakarya SNARS Edisi I di Magelang, Jumat (6/4). (Foto: Dokumen Humas Pemkot Magelang)

Layani dengan senyum dan hati, mereka bisa senang dan cepat sembuh
Magelang (Antaranews Jateng) - Akreditasi terhadap rumah sakit merupakan langkah penting memberikan jaminan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

"Dengan adanya akreditasi yang diuntungkan masyarakat karena akreditasi yang baik berdampak pada pelayanan kesehatan lebih baik dan meningkat kepada masyarakat," katanya di Magelang, Jumat, saat membuka lokakarya Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I di salah satu hotel di Kota Magelang, Jumat.

Ia mengemukakan pentingnya pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat yang diselenggarakan rumah sakit.

Selain itu, Sigit mengemukakan pentingnya petugas rumah sakit bersikap ramah dan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat atau pasien, karena memberi pengaruh positif bagi kesembuhan pasien.

"Layani dengan senyum dan hati, mereka bisa senang dan cepat sembuh," ujar dia.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Jawa Tengah Sri Harso mengatakan pada tahun ini akreditasi rumah sakit akan kembali dilaksanakan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), termasuk di Provinsi Jateng.

Ia mengatakan akreditasi rumah sakit pada tahun ini menggunakan SNARS Edisi I yang merupakan standar akreditasi baru bersifat nasional dan diberlakukan secara  nasional di Indonesia pada 2018.

"Akreditasi dengan SNARS Edisi I ini penyempurnaan dari sebelumnya. Hampir sama, hanya disempurnakan saja. Untuk penyempurnaan di bagian mana saja saya belum tahu," ujarnya di sela pembukaan lokakarya selama dua hari di kota itu yang diikuti 470 orang perwakilan dari berbagai rumah sakit di Jateng.

Selama ini, katanya, akreditasi rumah sakit menggunakan standar akreditasi berdasarkan tahun berapa standar tersebut mulai digunakan untuk penilaian sehingga belum pernah ada SNARS di Indonesia.

Ia mengatakan peluncuran SNARS Edisi I oleh Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu.

"Seluruh rumah sakit harus menyesuaikan dengan standar yang baru tersebut sehingga kami menyelenggarakan 'workshop' terkait hal itu," kata dia.

Ia mengharapkan melalui lokakarya semua rumah sakit bisa terakreditasi secara keseluruhan dan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. (hms)
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar