Undip tambah tiga guru besar

id Undip

Undip tambah tiga guru besar

Universitas Diponegoro (Undip) (id.wikipedia.org)

Semarang (Antaranews Jateng) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menambah deretan guru besar yang dimilikinya dengan akan dikukuhkannya tiga guru besar baru dari tiga bidang keilmuan yang berbeda.

"Ini sejalan dengan visi Undip sebagai universitas unggul yang mampu menghasilkan lulusan berkompeten dan bersaing secara global," kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama di Semarang, Selasa.

Untuk mewujudkan visi Undip tersebut, kata dia, peningkatan jumlah guru besar sangat berpengaruh sehingga terus didorong agar semakin banyak pengajar yang sudah bergelar profesor.

Dalam kurun tiga tahun, kata dia, Undip telah menambah 20 guru besar, termasuk ketiga guru besar yang akan dikukuhkan pada Rabu (14/mendatang di Gedung Prof Soedarto Undip Tembalang, Semarang.

"Targetnya, Undip bisa menambah 50 guru besar hingga akhir 2018. Mudah-mudahan bisa tercapai, sebab seluruh persyaratan yang ada sudah terpenuhi," kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu.

Ia menjelaskan persyaratan untuk menjadi guru besar, antara lain minimal menghasilkan tiga jurnal internasional yang telah terindeks Scopus yang didukung dana penelitian dari Undip.

"Tahun ini, ada sekitar Rp73 miliar. Harapannya, mereka segera melakukan penelitian dan publikasi jurnal internasional. Baik dalam bidang eksakta maupun humaniora," katanya.

Diakuinya, jika dihitung rasio jumlah guru besar dengan dosen yang ada di Undip memang masih relatif kurang, sebab idealnya jumlah profesor paling tidak 10 persen dari seluruh dosen yang ada.

"Dosen Undip kan ada sekitar 1.700-an orang, idealnya guru besarnya ada 170 orang. Makanya, ini masih kami kejar terus. Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi akan semakin ketat," kata Yos.

Sementara itu, Prof Tri Winarni Agustini dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip memaparkan tentang produk pangan masa depan yang berbasis sumber daya ikan.

"Potensi sumber daya ikan yang dimiliki Indonesia sangat besar, tetapi tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan negara lain, termasuk ASEAN," katanya.

Prof Naili Farida dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip membawakan pidato pengukuhan berjudul "Pemasaran Berbasis Hubungan Pelanggan: Esensi, Paradigma, dan Model CRM UKM di Indonesia".

Kemudian, Prof Syafrudin dari Fakultas Teknik Undip membawakan pidato pengukuhan berjudul "Pengelolaan Berkelanjutan Sampah Sebagai Upaya Peningkatan Infrastruktur Kota".
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar