Tujuh Negara Mengikuti Konferensi Sekolah Vokasi Undip

Pewarta : id Tujuh Negara, Konferensi Sekolah Vokasi, Undip

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Yos Johan Utama (berpeci) memberikan paparan pada International Conference of Vocational Studies On Applied Research (ICoVAR) 2017, di Hotel Aston, Semarang, Rabu (13/9) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dokumen UPT

Semarang, ANTARA JATENG - Sebanyak 160 peserta dari tujuh negara mengikuti "International Conference of Vocational Studies On Applied Research 2017 yang digelar Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang.

"Ada tujuh negara yang mengirimkan pesertanya dalam konferensi ini, yakni Inggris, Jepang, Swiss, Herman, Pakistan, Rusia, dan Indonesia," kata Dekan Sekolah Vokasi Undip Budiyono di Semarang, Rabu.

Menurut dia, ICoVAR 2017 merupakan konferensi internasional pertama yang diselenggarakan Sekolah Vokasi Undip seiring dengan visi Undip menjadi universitas riset yang unggul pada 2020.

Kebetulan, kata dia, tujuh negara peserta konferensi internasional sekolah vokasi itu memiliki kontribusi dalam berbagai bidang ilmu di bidang studi kejuruan dan penelitian terapan.

"Sebenarnya, ada dua kegiatan berskala internasional yang digelar Sekolah Vokasi Undip. Pertama, konferensi internasional ini, kemudian kegiatan kedua adalah `summer school`," katanya.

Dalam kegiatan ICoVAR 2017 yang berlangsung pada 13-15 September 2017 itu, kata dia, para pakar vokasional dari berbagai negara yang berpartisipasi akan menjadi "keynote speaker".

Antara lain, Prof Takehiko Otsuka (Akashi National College of Technology Japan), Dr Jagroop Pandhal (University of Sheffield, United Kingdom), Mr Andrea Nicola Weiss (Swiss), dan Mr Reinhard Flohr (Jerman).

Selain itu, kata Budiyono, konferensi internasional itu akan diisi dengan pemaparan sebanyak 144 artikel penelitian dari peserta berbagai negara yang selanjutnya juga akan dipublikasikan.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menjelaskan Sekolah Vokasi Undip terus "berlari" mengembangkan pendidikan vokasional meski baru setahun ini berdiri, termasuk dengan penyelenggaraan konferensi internasional.

"Baru setahun berdiri, tetapi (Sekolah Vokasi Undip, red.) sudah bisa mengorganisir tujuh negara yang mengirimkan 160 peserta dalam konferensi internasional," kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip tersebut.

Dengan debut luar biasa melalui konferensi internasional itu, lanjut dia, Sekolah Vokasi Undip siap berlari seiring ajang global dengan berbagai penelitian terapan yang ditemukan.

"Ya, sama dengan ajang pameran. Artinya, harus siap menjual sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Banyak riset-riset yang akan dipresentasikan dalam konferensi internasional ini," katanya.
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar