Sigit Siap "Dijewer" Jika Lupa Kebumen

id Sigit Siap "Dijewer" Jika Lupa Kebumen

Sigit Siap

Sigit Widyonindito, salah satu bakal calon Wagub Jateng yang juga Wali Kota Magelang, berbicara dalam safari silaturahim ke DPC PDIP se-Jateng di DPC PDIP Kabupaten Kebumen, Kamis (12/10). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Hari Atmoko)

Intinya, bagaimana caranya supaya potensi-potensi ini mampu menyejahterakan masyarakat. Itu esensinya
Kebumen, ANTARA JATENG - Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah yang saat ini menjabat Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito siap "dijewer" oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kebumen jika melupakan daerah di kawasan selatan Jateng itu.

"Seandainya dapat (rekomendasi pencalonan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. red.) tentu saya tidak akan lupa dengan Kebumen. Kalau lupa, saya siap dijewer Pak Ketua (Ketua DPC PDIP Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo, red.)," kata Sigit di Kebumen, Kamis.

Ia mengatakan hal itu dalam kegiatan ketiga safari silaturahim ke DPC PDIP se-Jateng di DPC PDIP Kabupaten Kebumen. Kunjungan pertama Sigit ke Kabupaten Purworejo pada Selasa (3/10) dan kedua ke Kota Salatiga, Sabtu (7/10). Ikut menyertai Sigit dalam kunjungan ke Kebumen itu, antara lain kader PDIP yang juga Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Ketua DPC PDIP Kota Magelang Budi Prayitno, jajaran Fraksi PDIP DPRD Kota Magelang, para kader, serta pengurus lainnya.

Tentang pernyataan kesiapan "dijewer" yang disampaikan Sigit itu, kiranya terkait dengan kesediaannya untuk menerima kritik guna kebaikan atau yang bersifat membangun.

"Tipikal calon pemimpin itu harus mau mendengar kritik guna kebaikan yang membangun," katanya.

Sigit mengemukakan tentang potensi besar Kebumen untuk kemajuan pembangunan, antara lain tentang sumber daya alam berupa gunung, hutan, sawah, dan lautan.

Ia mencontohkan tentang produk genting Soka dari Kebumen yang telah merambah pasar ekspor, yang perlu dikembangkan dan dipoles menjadi lebih baik dan menjadi bagian dari pembangunan iklim investasi di daerah setempat.

"Intinya, bagaimana caranya supaya potensi-potensi ini mampu menyejahterakan masyarakat. Itu esensinya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sigit juga mengapresiasi kehadiran para kader dan pengurus DPC PDIP Kebumen dalam kegiatan itu. Di antara mereka, ada yang menempuh perjalanan cukup jauh hingga tempat pertemuan tersebut. Kabupaten Kebumen meliputi 26 kecamatan.

Kehadirannya di Kebumen, ujarnya, untuk bersilaturahim dan meningkatkan hubungan baik antara kedua DPC PDIP.

Hingga saat ini, ia mengaku belum mengetahui siapa yang akan mendapatkan rekomendasi pencalonan dalam Pemilihan Gubernur Jateng 2018 dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Tapi sebagai kader yang loyalis, saya jalankan amanat partai. Masalah keputusan (rekomendasi, red) itu tergantung dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri, red.). Tetap tegak lurus. Siapapun itu (yang mendapat rekomendasi, red.) harus kita dukung," katanya.

Di hadapan ratusan kader dan pengurus DPC PDIP Kebumen, Sigit juga menjelaskan tentang perkembangan dan kemajuan Kota Magelang selama kepemimpinannya. Ia juga menjelaskan karirnya di birokrasi sejak 1978 hingga 2010.

Windarti menjelaskan sebagai wali kota, Sigit sukses memboyong berbagai penghargaan, baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Beberapa waktu lalu, Sigit menjadi bagian dari delegasi Indonesia untuk berbicara tentang program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Markas PBB di News York, Amerika Serikat.

Kepiawaian Sigit, khususnya di bidang teknik dan penataan kota, ujarnya, membuat Kota Magelang menjadi sasaran daerah lain untuk studi banding.

Secara pribadi, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo menyatakan cocok dengan figur Sigit Widyonindito.

Hanya saja, pihaknya akan tetap tunduk terhadap ketentuan apapun yang dikeluarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, terutama terkait dengan pencalonan dalam Pilgub Jateng 2018.

"Kita bisa berdoa supaya Pak Sigit amanah. Saya pribadi menilai beliau sangat cocok. Namun untuk keputusannya kita akan tetap tegak lurus," ujarnya.

Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar