Pemkab Boyolali Laksanakan Seleksi Perangkat Desa Sesuai Aturan

Pewarta : id Kepada Dispermasdes Boyolali

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali, Purwamto, memberikan keterangan di Boyolali. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Boyolali menyatakan ujian tertulis dalam rangka seleksi perangkat desa secara serentak di 19 kecamatan beberapa waktu lalu dilaksanakan secara profesional dan sesuai aturan.

"Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa digelar secara profesional dan sesuai aturan, karena juga mendapat pengawasan ketat dari kepolisian dan Tim Saber Pungli Boyolali," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali, Purwamto di Boyolali, Selasa.

Menyinggung soal ketidakpuasan peserta tes setelah menerima hasilnya, kata dia, hal itu wajar. Peserta tes memang ada yang tidak selalu menerima hasil seleksi yang nilainya kurang memuaskan sehingga dinyatakan tidak lulus.

Kendati demikian, kata Purwanto, peserta seleksi perangkat desa jika tidak terima hasil tes dapat melihat langsung jawaban yang sudah dikoreksi dengan komputer. Peserta dapat mencocokkan lembar jawaban yang benar. Mereka dapat mengetahui mengapa nilai hasil ujian tidak memuaskan.

Menurut dia, ada prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan membuka kertas lembar jawab tersebut. Lembar jawab tes tertulis yang sudah dikumpulkan oleh peserta menjadi dokumen negara.

"Peserta harus mengajukan permohonan izin terlebih dahulu kepada Bupati, dan tidak boleh diwakilkan atau yang bersangkutan sendiri harus hadir," katanya.

Ia mengatakan menanggapi masalah mundurnya jadwal hasil pengumuman tersebut karena soal teknis. Ada beberapa alat yang rusak dan membutuhkan perbaikan sehingga pengiriman surat pemberitahuan hasil tes mundur sekitar satu jam.

Namun, Tim Saber Pungli tetap mengawasi hingga surat benar-banar sampai kepada peserta ujian.

Wakil Bupati Boyolali Muhammad Said Hidayat sebelumnya mengatakan Pemkab Boyolali bekerja sama dengan Polres melakukan pengawasan mulai proses pendaftaran, persiapan soal ujian hingga hasilnya dijamin profesional dan "fair".

Menurut M Said, pihaknya melibatkan kepolisian dalam proses rekrutmen perangkat desa di Boyolali, dengan tujuan menghasilkan perangkat yang profesional dan bersih. Isu jual beli jabatan pada rekrutmen Perdes jika terbukti dapat diketahui oleh pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

M Said menjelaskan proses rekrutmen yang digelar pada tanggal 6 hingga 8 November 2017, untuk mengisi kekosongan jabatan perangkat desa di Boyolali sekitar 687 orang. Bupati Seno Samodro berkomitmen menjalankan secara professional agar keluaran yang dihasilkan merupakan perangkat desa yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya.
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar