Basarnas Bangun Monumen di Lokasi Jatuhnya Helikopter

id basarnas, monumen jatuhnya helikopter

Kepala Basarnas Jawa Tengah Agus Haryono (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Heru Suyitno)

Temanggung, ANTARA JATENG - Badan SAR Nasional dan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana membangun monumen di lokasi jatuhnya helikopter Dauphin AS365N3+Reg HR 3602 milik Basarnas, di Gunung Butak, Desa Canggal, Candiroto, Temanggung.

Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono di Temanggung, Selasa, mengatakan pembuatan monumen atau prasasti itu untuk mengenang delapan pahlawan kemanusiaan yang gugur saat menjalankan tugas.

Mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan helikopter pada Minggu (2/7), yakni Catur (Basarnas), Budi Resti (Basarnas) Kapten Laut Li Solihin (Co pilot), Serka Mpu Hari Marsono (kru), Maulana Affandi (Basarnas), Nyoto Purwanto (Basarnas), Peltu LPU Budi Santoso (kru), dan Kapten Laut Haryanto (pilot).

"Kami ada rencana untuk membangun semacam prasasti atau monumen di lokasi bukit Butak, Desa Canggal untuk mengenang teman-teman kami yang kemarin gugur di sana. Kami bisa sinergikan dengan Pemkab Temanggung. Dalam waktu dekat jika proses perizinan selesai segera kami bangun," katanya usai bertemu Bupati Temanggung, Bambang Sukarno.

Ia mengatakan anggaran untuk pembangunan monumen berasal dari Basarnas dan kebetulan dari pihak Pemerintah Kabupaten Temanggung juga merespons positif. Selangkah lebih cepat, pemkab bahkan telah menyiapkan berbagai disain monumen kemanusiaan itu.

"Hal ini masih kami rencanakan jadi besaran anggaran berapa belum tahu, tetapi secepatnya kalau seluruh proses perizinan selesai segera dibangun. Pemkab Temanggung membantu kami dalam proses perizinan, lahan itu milik Perhutani. Monumen ini hanya sederhana tidak yang harus makan biaya besar, semacam prasasti untuk mengenang yang penting maknanya," katanya.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno menuturkan meskipun telah menyiapkan beberapa desain belum bisa disampaikan kepada media. Hanya saja dia merasa pembuatan prasasti atau monumen itu sangat penting untuk mengenang dan menghormati orang-orang yang gugur dalam misi kemanusiaan.

Prasasti tersebut sekaligus untuk memelihara semangat Basarnas dan Tim SAR gabungan untuk terus mengabdi kepada misi kemanusiaan.

"Pembangunan monumen sebagai bentuk penghargaan, penghormatan kepada para pejuang kemanusiaan. Kalau lokasi sudah ditentukan, desain sudah disiapkan tetapi belum bisa kami beritahukan karena masih dipilih desainnya," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar