Soloraya berpotensi rasakan intensitas jika terjadi tsunami megathrust

id BMKG, potensi gempa

Soloraya berpotensi rasakan intensitas jika terjadi tsunami megathrust

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie ANTARA/HO/Dokumentasi pribadi

Solo (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Soloraya berpotensi akan merasakan intensitas jika terjadi gempa megathrust di selatan Jawa.

"Soloraya itu kan tengah ya. Kalau gempa besar mungkin hanya akan merasakan intensitasnya," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie di Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Meskipun Soloraya berada cukup jauh dari selatan Jawa, dikatakannya, potensi dampak sangat tergantung dari beberapa faktor, di antaranya lokasi gempa dan magnitudo.

Baca juga: Stageof Banjarnegara ingatkan pentingnya mengoptimalkan alat penyebarluasan info gempa

"Dari situ kami melakukan permodelan, lokasi juga sangat mempengaruhi. Mungkin (untuk wilayah Soloraya), yang lebih terdampak di daerah Wonogiri," katanya.

Terkait potensi dampak sendiri, pihaknya sudah memberikan masukan kepada pemerintah daerah mengingat langkah evakuasi merupakan tanggung jawab pemerintah.

"Kami sudah memasang alat early warning system, di Jawa Tengah sendiri kami memasang di 16 lokasi. Alat ini bisa memberikan informasi secara real time, selanjutnya informasi ini bisa dilanjutkan kepada stakeholder'" katanya.

Dengan demikian, dikatakannya, dengan memperoleh informasi tersebut pemerintah daerah bisa memperbaiki sistem operasional prosedur (SOP) terkait bagaimana menyikapi informasi kegempaan tersebut.

"Karena waktu evakuasi sangat penting, artinya dengan memberikan informasi kepada stakeholder, mereka akan melakukan evakuasi apakah secara parsial atau menyeluruh. Harapan kami ketika mereka sudah tahu dan paham SOP mengenai informasi peringatan dininya mereka bisa menyikapi," katanya.

Sementara itu, mengenai potensi tsunami di selatan Jawa sendiri, menurut dia, bukan merupakan prediksi. Ia mengatakan langkah tersebut dibutuhkan BMKG untuk mengetahui kesiapan para mitra kerja, di antaranya pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bagaimana menyikapi informasi tersebut.

"Apakah mereka bisa menyikapi informasi dari BMKG untuk peringatan dini ini, kami buat skenario. Segala kemungkinan bisa terjadi, kalau terjadi gempa besar, apalagi kalau di laut, kan ada permodelannya. Bahkan peringatan dini ini tidak hanya berlaku di dalam negeri, tetapi juga negara lain yang berpotensi terdampak, seperti India dan Australia," katanya.

Baca juga: Awas, selombang tinggi masih berpotensi landa selatan Jabar-DIY
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar