Pemkab Wonosobo fasilitasi tempat isolasi mandiri pasien sembuh dari COVID-19

id pemkab wonosobo, fasilitasi tempat isolasi mandiri pasien sembuh covid19

Pemkab Wonosobo fasilitasi tempat isolasi mandiri pasien sembuh dari COVID-19

Bupati Wonosobo Eko Purnomo (tengah) menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 dalam konferensi pers. ANTARA/HO-Dinas Kominfo Wonosobo

Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memfasilitasi tempat singgah seorang warga setempat yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 untuk keperluan isolasi mandiri karena yang bersangkutan tidak memiliki rumah.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo di Wonosobo, Rabu, mengatakan seorang pasien dalam pengawasan positif COVID-19 yang menjalani perawatan intensif di RSUD Setjonegoro dinyatakan telah sembuh dan boleh pulang untuk melanjutkan masa karantina mandiri di rumah.

"Patut kita syukuri bersama, hari ini kami menyampaikan informasi perihal perkembangan terbaru terkait pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Setjonegoro sudah dinyatakan sembuh dan Pemkab Wonosobo akan memfasilitasi tempat singgah untuk keperluan isolasi mandiri, mengingat saat ini yang bersangkutan tidak memiliki rumah," katanya.

Baca juga: 10 pasien COVID-19 di Semarang dinyatakan sembuh

Ia berharap masyarakat agar bisa menerima secara baik pasien yang telah menjalani perawatan intensif tersebut, apabila nantinya dia kembali ke lingkungannya.

Menyinggung para pemudik dari daerah terjangkit yang telah tiba di kampung halaman masing-masing di wilayah Wonosobo, Eko menekankan pentingnya mereka agar mentaati protokol kesehatan COVID-19, dengan melaksanakan isolasi mandiri, melapor kepada fasilitas kesehatan terdekat.

"Tetap hindari kerumunan massa, tetap di rumah, dan ikuti anjuran protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Juru bicara Pemkab Wonosobo untuk penanganan COVID-19, dr Riyatno mengatakan perihal kondisi pasien yang sejak awal memang sudah memahami dan bersikap kooperatif dengan mengisolasi diri di rumah.

"Dari mulai awal masuk rumah sakit sampai dengan saat ini, kondisi pasien terus membaik, hingga akhirnya setelah perawatan intensif hasil swab yang bersangkutan negatif COVID-19," ungkapnya.

Ia menuturkan untuk sembuh dari COVID-19 tidak cukup dari penanganan medis saja, tetapi motivasi untuk sembuh dari pasien serta kesadaran untuk menjalankan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi faktor penentu kesembuhan penderita.

Baca juga: Pemkab Kudus anggarkan Rp48,05 miliar untuk penanganan COVID-19
Baca juga: Keluarga PDP di Kudus dinyatakan negatif COVID-19
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar