Basarnas Cilacap cari warga yang hilang di Sungai Wawar

id basarnas cilacap, opsar sungai wawar

Basarnas Cilacap cari warga yang hilang di Sungai Wawar

Tim SAR gabungan saat berkoordinasi guna melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang diduga hilang akibat tenggelam di Sungai Wawar, Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2020). ANTARA/HO-KPP Cilacap

Kondisi arus sungai yang deras serta banyaknya sampah dan ranting bambu, menyulitkan tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian
Cilacap (ANTARA) - Personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap bersama potensi SAR lainnya melakukan pencarian terhadap seorang warga yang diduga hilang akibat tenggelam di Sungai Wawar, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kata Kepala KPP Cilacap I Nyoman Sidakarya.

"Berdasarkan laporan yang kami terima pada pukul 10.15 WIB pagi tadi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada hari Kamis (27/2), sekitar pukul 12.00 WIB, dengan korban atas nama Ibu Suni (57), warga Desa Nambangan RT 03 RW 03, Kecamatan Grabag, Purworejo," katanya di Cilacap, Jumat malam.

Menurut dia, salah seorang warga mengaku sempat bertemu dengan Suni di persimpangan jalan yang berada di tepi Sungai Wawar pada hari Kamis (27/2), sekitar pukul 12.00 WIB.

Akan tetapi hingga Kamis (27/2) sore, kata dia, perempuan tua yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani belum terlihat di rumahnya sehingga pihak keluarga segera melaporkannya ke perangkat desa setempat yang diteruskan ke Kepolisian Sektor Grabag dan Basarnas Cilacap.

"Terkait dengan laporan tersebut, kami segera memberangkatkan satu tim Basarnas KPP Cilacap menuju lokasi kejadian pada hari Jumat (28/2), pukul 10.35 WIB," tuturnya.

Sesampainya di lokasi kejadian pada pukul 12.10 WIB, kata dia, Tim Basarnas KPP Cilacap segera bergabung dengan potensi SAR lainnya yang telah lebih dulu melakukan pencarian terhadap korban.

Bahkan, lanjut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen turut membantu pencarian dengan menerjunkan Tim SAR Dog yang diperkuat anjing pelacak karena informasi awal yang diterima potensi SAR terkait dengan kejadian tersebut sangat minim.

Baca juga: Basarnas perluas radius pencarian korban tenggelam di Pantai Kali Empat

Menurut dia, operasi pencarian pun dibagi menjadi dua regu, yakni satu regu melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di Sungai Wawar ke arah hilir hingga Sungai Rowo sejauh lebih kurang 4 kilometer dan satu regu melakukan pencarian di darat dengan melibatkan Tim SAR Dog.

Dalam hal ini, anjing pelacak BPBD Kabupaten Kebumen yang bernama Cleo tersebut melakukan pencarian dari titik terakhir korban bertemu dengan salah seorang warga dan selanjutnya mengarah ke ladang milik korban.

Selama melakukan pelacakan, Cleo beberapa kali terlihat mengendus tempat yang diduga sempat disinggahi korban.

Akan tetapi hingga pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan untuk sementara dan akan dilanjutkan pada Sabtu (29/2) pagi.

"Kondisi arus sungai yang deras serta banyaknya sampah dan ranting bambu, menyulitkan tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian. Namun kami akan terus berupaya untuk menemukan korban," ujarnya.

Baca juga: Korban tenggelam di Pantai Kali Empat Nusakambangan belum ditemukan
Baca juga: Bocah tenggelam di Sungai Pemali Brebes ditemukan meninggal
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar