40 pelaku UMKM Banyumas ikuti kursus singkat wirausaha baru di PLUT Jateng

id kursus singkat,pelaku umkm,wirausaha baru

40 pelaku UMKM Banyumas ikuti kursus singkat wirausaha baru di PLUT Jateng

Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Joko Wiyono (berdiri) saat membuka Short Course Wirausaha Baru Micro Business Simulation di Gedung PLUT Provinsi Jawa Tengah, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Kamis (20/2/2020). ANTARA/HO-PLUT Jateng

Banyumas (ANTARA) - Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara mengikuti kursus singkat wirausaha baru dengan metode Micro Business Simulation (MBS) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 19-22 Februari 2020.

Dalam laporan yang dibacakan saat pembukaan kursus singkat di PLUT Jateng, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Kamis, panitia penyelenggara kursus singkat wirausaha baru MBS Rudi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut didanai oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng.

"Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari UMKM Nasional Tingkat Jateng  yang dipusatkan di Semarang pada tanggal 10-12 Agustus 2020," katanya.

Baca juga: PLUT Jateng-BI sosialisasikan QRIS kepada UMKM kedai kopi

Menurut dia, materi kursus singkat dengan metode MBS tersebut meliputi perencanaan bisnis dan bimbingan singkat yang disampaikan oleh PLUT Jateng agar UMKM bisa naik kelas.

Dalam hal ini, manajemen keuangan bagi koperasi dan pelaku UMKM sangat penting agar pelaku usaha tersebut bisa menjalankan usahanya dengan baik.

Bahkan, kata dia, banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan manajemennya dengan baik sehingga perlu pendampingan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di bidang manajemen keuangan.

Sementara saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan kursus singkat yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng bertujuan untuk memperkuat UMKM mengingat sektor usaha itu merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan.

"Yang harus diperhatikan oleh peserta, yaitu punya planning (perencanaan) nantinya menjadi naik kelas, mampu membuat dinamika masyarakat berubah yang berimbas menjadi ekonomi yang kuat," katanya.

Selain itu, kata dia, peserta yang merupakan pelaku UMKM menjalin koneksi dan komunikasi yang kuat serta perlu adanya dukungan mulai dari pendampingan pembiayaan, manajemen, dan pemasaran.

Baca juga: Pemprov dorong pelaku UMKM di Jateng melek teknologi
Baca juga: Kadin Jateng beri pelatihan agar UMKM jadi "bankable"

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar