BMKG: Waspadai peningkatan intensitas hujan di Jateng barat-selatan

id Bmkg cilacap, cuaca jateng selatan

BMKG:  Waspadai peningkatan intensitas hujan di Jateng barat-selatan

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan. ANTARA/Dokumentasi pribadi

Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau warga Jawa Tengah bagian barat dan selatan untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan yang berpotensi terjadi hingga satu pekan ke depan.

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan di Cilacap, Selasa menyebutkan  wilayah Jateng bagian barat dan selatan saat sekarang sedang berada pada puncak musim hujan yang diprakirakan akan berlangsung hingga Maret 2020.

Selain itu di atas Jawa pada umumnya saat sekarang ada daerah belokan angin sehingga pumpunan massa udara lebih banyak di wilayah tersebut.

Baca juga: BMKG: Jateng selatan berpeluang hujan pada malam pergantian tahun
Baca juga: Selasa, Banjarnegara kembali berpeluang hujan lebat
Baca juga: Alat deteksi gempa bakal dipasang di Cilongok Banyumas


Dengan demikian pertumbuhan awan hujan lebih intensif di daerah belokan angin tersebut sehingga berdampak pada peningkatan intensitas hujan khususnya di wilayah Jateng bagian barat dan selatan.

"Kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan, sehingga di wilayah Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan lebat," katanya.

Lebih lanjut Rendi mengatakan, hujan lebat di wilayah Cilacap bagian utara dan tengah serta Banyumas berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari, sedangkan di wilayah pesisir selatan Cilacap pada malam hingga pagi hari.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana.

"Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin kencang dan angin puting beliung, terutama ketika cuaca pada pagi hingga menjelang siang terlihat cerah dan terasa panas terik namun siang harinya muncul awan Cumulonimbus (CB) karena berpotensi memicu terjadinya hujan lebat disertai angin kencang," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar