Wabup Batang minta petugas kesehatan ramah pada pasien

id Wabup Batang, pasien

Wabup Batang minta petugas kesehatan ramah pada pasien

Wakil Bupati Batang Suyono saat berdialog dengan pasien di Pusat Kesehatan Masyarakat. (Foto: Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono minta pada para petugas pelayan kesehatan di masing-masing puskesmas harus mengedepankan kepribadian yang ramah, sopan santun, dan murah senyum pada pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

"Petugas kesehatan tidak perlu ragu atau malu saat akhir memberikan pelayanan pada pasien dengan mengucap kata maaf. Kata maaf ini diperlukan karena pelayanan yang diberikan (pada pasien) terkadang dianggap kurang memuaskan," jelasnya di Batang, Selasa.

Selain itu, kata dia dengan mengucap kata maaf pada pasien juga mencermin kerendahan diri petugas medis sebagai pelayan masyarakat.

Wabup Suyono mengemukakan kondisi jiwa yang sehat sudah menjadi kebutuhan dasar manusia sehingga hal itu menjadi program prioritas pemerintah.

Baca juga: Sekda: Akreditasi puskesmas, jaga kualitas pelayanan kesehatan

"Oleh karena itu, jadilah karyawan yang memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas yang tinggi sesuai sumpah janji aparatur sipil negara (ASN) yang terus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," terangnya.

Menurut dia, tidak hanya meningkatkan pelayanan publik saja namun karyawan puskesmas juga harus selalu menjaga kekompakan di lingkungan internal sehingga tidak ada ego sektoral yang bisa merugikan diri sendiri maupun bagi karyawan lain.

Pelayanan publik yang baik, tambah dia selalu diharapkan dan ditunggu oleh masyarakat baik secara bahasa tubuh maupun kompetensi keilmuannya.

"Saat ini masyarakat kritis dalam menyikapi setiap pelayanan yang berikan. Penilaian publik service ada di masyarakat sehingga petugas medis harus profesional dalam memberikan pelayanan pasien. Jika dianggap baik, maka masyarakatlah yang akan mempromosikan ke yang lainnya," jelasnya.

Baca juga: Pemprov Jateng terima penghargaan inovasi pelayanan kesehatan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar