Penonton ricuh, laga Persela vs Perseru dihentikan

id Persela Lamongan ,Perseru Badak Lampung FC,Liga 1

Penonton ricuh, laga  Persela vs Perseru dihentikan

Ilustrasi- Pemain Persela Sugeng Efendi (kiri) berusaha melewati hadangan pemain Barito Putera Rony Esar (kanan) dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Senin (4/11/2019). Dalam pertandingan itu Persela ditahan imbang Barito Putera dengan skor 0-0. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pertandingan Persela Lamongan melawan Perseru Badak Lampung FC (PBLC) dihentikan oleh wasit pada menit ke-74, karena adanya penonton yang masuk ke lapangan hijau di Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan, Jatim, Rabu.

Masuknya penonton ke lapangan hijau itu diduga akibat protes terhadap hasil tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" dengan skor kedua tim masih 0-0.

Protes pendukung Persela atau biasa disebut "LA Mania" terhadap tim asuhan Nil Maizar ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal laga, mereka memasang spanduk yang berisi tulisan kekecewaan terhadap manajemen Persela yang tidak bisa mengangkat prestasi tim.

Baca juga: Hindari degradasi, Persela upayakan empat kemenangan kandang tersisa

Akibatnya, tim kebanggan warga Kabupaten Lamongan tersebut terancam degradasi karena di laga-laga terakhir tidak pernah meraih hasil positif yang mengangkat posisi tim ke papan tengah klasemen sementara.

Puncak kekecewaan terjadi di laga melawan Perseru, tepatnya pada menit ke 69 saat pemain depan Persela Alex dos Santos gagal melakukan eksekusi penalti. Sehingga, tuan rumah gagal membuahkan gol.

Akibatnya, sejumlah penonton tuan rumah pun langsung melakukan pembakaran di dalam stadion, dan tiba-tiba merengsek ke dalam stadion sambil membawa tulisan sindiran terhadap manajemen Persela Lamongan.

Hingga saat ini situasi di Stadion Surajaya Lamongan masih disterilkan aparat keamanan, dan pertandingan masih dihentikan karena kurang kondusifnya area di dalam stadion.

Baca juga: Nilmaizar soroti komunikasi-koordinasi pertahanan Persela
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar