Gubernur minta pemerintah desa dirikan BUMDes bersama

id ganjar pranowo,BUMDes

Gubernur minta pemerintah desa dirikan BUMDes bersama

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Klinik Pratama Bumdes Sehat, Kabupaten Pati, Senin (4/11/2019). (ANTARA/HO/Humas Pemprov Jateng)

Tidak pernah menyentuh infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, apalagi sosial
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta jajaran pemerintah desa di 35 kabupaten/kota untuk berinovasi mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"(Dalam pendirian BUMDes bersama, red.) harus banyak berinovasi dan mampu menyesuaikan perkembangan zaman sehingga mampu bertahan lama," katanya usai meresmikan Klinik Pratama Bumdes Sehat Tlogowungu, Kabupaten Pati, Senin.

Klinik tersebut merupakan bagian dari PT Maju Berdikari Sejahtera Pati, perusahaan yang dimiliki oleh 159 desa di kabupaten setempat.

Ganjar berharap, BUMDes bersama tersebut bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jawa Tengah dan kepada para pengelola diminta menjaga integritas.

"Jika tidak tahu caranya, bisa berkunjung ke Tlogowungu untuk studi banding, mudah-mudahan jadi contoh. Ini satu-satunya di Indonesia, 'ojo larang-larang, ojo korupsi', jaga integritas," ujarnya.

Baca juga: Ganjar usulkan BUMDes miliki saham Tol Bawen-Yogyakarta

Orang nomor satu di Jateng itu, juga mengingatkan para pengelola BUMDes bersama agar tidak mengandalkan jalur-jalur proposal atau jalur pintas pengembangan.

"Kebanyakan, setelah bikin BUMDes adalah proposal, maka manajerialnya harus ditiupkan. Kalau hari ini pilihannya adalah membuat klinik adalah pikiran cerdas, ini agen kesehatan. Yang mengampanyekan hidup sehat ke masyarakat," katanya.

Ketika dana desa muncul, lanjut Ganjar, banyak pemerintah desa yang kebingungan hingga akhirnya yang pertama dilakukan adalah menggarap infrastruktur, khususnya jalan.

"Tidak pernah menyentuh infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, apalagi sosial," ujarnya.

Ketua BUMDes Bersama Rusgiyanto menjelaskan klinik tersebut sebenarnya telah menjalani masa uji coba sejak Agustus 2019 dengan rincian tiga dokter, sembilan perawat serta beberapa pegawai lainnya, dan pengelolanya didominasi kalangan muda.

"Ini unit kelima dari target tujuh unit yang akan kami bangun. Untuk membangun satu unit menelan anggaran sebesar Rp200 juta," katanya.(LHP)

Baca juga: Ganjar: Desa-desa di Jateng Gila Bumdes Pariwisata
Baca juga: Gubernur Upayakan BUMDes Miliki Saham Investasi
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar