Boyolali genjot sosialisasi pentingnya imunisasi

id Boyolali genjot ,sosialisasi pentingnya imunisasi anak

Boyolali genjot sosialisasi pentingnya imunisasi

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri Surviva Lina, aat memberikan sosialisasi kepada kader kesehatan, di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus menggenjot sosialisasi pentingnya imunisasi dengan tujuan agar anak kebal dari segala penyakit.

"Kami terus berupaya menyosialisasikan pentingnya imunisasi, dan salah satunya dengan digelarnya talkshow imunisasi ini," kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri Surviva Lina, di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis.

Pada talkshow dengan mengambil tema Penuhi Hak Anak untuk Hidup Sehat Melalui Imunisasi, sehingga Boyolali tidak ditemukan lagi anak yang belum ikut program imunisasi.

Imunisasi merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Anak sejak dari kecil sudah mendapatkan imunisasi guna memperkuat kekebalan tubuhnya terhadap penyakit.


Baca juga: Lipsus - Melindungi buah hati dengan imunisasi

Menurut dia, berbagai kegiatan imunisasi telah diberikan hingga anak beranjak besar, sehingga tubuhnya akan kuat melawan penyakit hingga dewasa nanti.

Dia mengatakan ternyata masih ada segelintir masyarakat yang mengabaikan kebutuhan imunisasi bagi buah hatinya.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya lagi untuk membumikan, bagaimana imunisasi di Boyolali, semakin menjadi kebutuhan masyarakat. Karena, semuanya sudah disediakan oleh pemerintah.

Pada acara sosialisasi tersebut juga diadakan lomba penyuluhan khusus dengan tema imunisasi. Lomba itu, diikuti oleh 19 kader kesehatan di lima kecamatan di Boyolali.

"Kader-kader kesehatan ini, menjadi ujung tombak dari Dinkes dan puskesmas untuk bisa mengubah pemikiran masyarakat yang sudah mulai luntur atau kurang mendukung program imunisasi," katanya. 

Baca juga: Satu meninggal, ratusan anak di Temanggung diimunisasi difteri
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar