Kendaraan listrik di Indonesia didesain tetap bersuara

id kendaraan listrik,kemenhub,aspek keselamatan

Kendaraan listrik di Indonesia didesain tetap bersuara

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memeriksa sepeda listrik di Jakarta, Rabu. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Jakarta (ANTARA) - Kendaraan listrik di Indonesia dirancang akan tetap bersuara karena dinilai membahayakan apabila terlalu senyap.

“Kalau enggak (kendaraan listrik) ada suara itu memang untuk di Indonesia, pendapat pribadi saya agak berbahaya karena kota-kota kita cukup ramai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi diskusi yang bertajuk “Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai” di Jakarta, Rabu.

Selain itu, lanjut dia, karakter sebagian besar masyarakat Indonesia yang kurang disiplin juga menjadi pertimbangan dalam rangka mewujudkan aspek keselamatan pada pengembangan kendaraan listrik.

Baca juga: Mobil listrik Lewo Ireng mengaspal di kemacetan Jakarta

“Masyarakat kita dari sisi disiplinnya kurang begitu bagus. Kalau saran saya untuk keselamatan, kalau yang (produksi kendaraan listrik) pertama enggak apa-apa (tidak bersuara), tapi untuk yang berikutnya kalau bisa ada suaranya,” kata Budi Setiyadi.

Baca juga: Mobil listrik karya mahasiswa UMS diluncurkan

Dalam kesempatan sama, Direktur Sarana Transportasi Sigit Irfansyah mengatakan saat ini terkait standar suara mobil listrik yang digunakan masih diatur, seiring dengan penyusunan aturan uji tipe.

“Jadi suara itu diatur berupa desibelnya, enggak boleh senyap sekali, tidak boleh besar sekali, biar membedakan kendaraan listrik dengan non-listrik,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Sigit, mobil listrik yang sudah beredar memang tidak bersuara, namun ke depannya akan dirancang dengan suara yang disesuaikan.

Baca juga: Esemka dipamerkan di Surabaya, Gubernur Jatim langsung pesan satu unit

“Itu bagian yang kita uji, jadi kalau di uji tipe sekarang kan enggak ada suara, tapi kita tes suaranya saja sebagai tambahan, suaranya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ada desibel yang disepakati,” katanya.

Salah satu produsen sepeda dan motor listrik Selis, Darma mengatakan pihaknya sudah siap dengan rancangan tersebut, di mana sepeda dan motor listrik tidak bersuara.

“Kita sudah siap, jadi yang bapak mau, ketika berjalan sudah ada suaranya. Sudah siap, tinggal Bapak turunkan perintah kita jalan. Itu namanya engine sound simulator. Dia palsu, enggak ada mesin tapi suara mesin, bisa,” katanya.

Saat ini sudah banyak sepeda motor yang lolos uji tipe, di antaranya SDR, Selis, Viar, Gesit, Migo dan Magnum. Hampir seluruh motor listrik merupakan asal China.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar