Hadapi musim kemarau, BPBD Jateng diminta lakukan persiapan matang

id musim kemarau,antisipasi BPBD Jateng

Hadapi musim kemarau, BPBD Jateng diminta lakukan persiapan matang

Ilustrasi - Petugas BPBD Kabupaten Cilacap saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan. (Foto: Dok. BPBD Cilacap)

Semarang (ANTARA) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah meminta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng melakukan berbagai persiapan yang matang guna menghadapi musim kemarau tahun ini.

"BPBD kami minta lakukan persiapan guna mengurangi dampak bencana kekeringan pada musim kemarau," kata anggota Komisi E DPRD Jateng A.S Sukawijaya di Semarang, Kamis.

Permintaan tersebut sudah disampaikan oleh pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu saat rapat bersama jajaran BPBD Jateng. Menurut dia, persiapan BPBD Jateng dalam menghadapi musim kemarau pada tahun ini sudah baik.

Kendati demikian, kalangan legislator akan tetap menjalankan fungsi pengawasan langsung ke beberapa daerah rawan bencana kekeringan.

"Kami sudah bahas bersama, rencana akan ada pengawasan langsung ke beberapa daerah seperti Kabupaten Semarang, Grobogan, Klaten, dan Wonogiri," ujar politikus Partai Demokrat itu.

Baca juga: Delapan desa di Cilacap krisis air bersih

Ia menyebutkan Kabupaten Grobogan menjadi daerah paling parah mengalami bencana kekeringan, dimana terdapat 12 kecamatan dan 37 desa yang diperkirakan terkena dampak kekeringan.

"Oleh karena itu, kami akan intensifkan pengawasan ke daerah langsung dengan mengecek bersama kesiapan BPBD kabupaten, supaya bisa kita sama-sama menanggulanginya," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Sudaryanto mengaku sudah berupaya mengantisipasi bencana kekeringan di beberapa daerah pada saat musim kemarau sejak dini dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

BPBD Jateng juga memastikan suplai air sejumlah waduk dan embung di beberapa daerah karena akan dimanfaatkan secara maksimal saat musim kemarau.

"Ketersediaan air di waduk dan embung harus dipastikan benar-benar mencukupi berbagai kebutuhan warga, baik itu untuk pertanian maupun kebutuhan hidup sehari-hari," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar