TWC bantu kembangkan budidaya jagung petani Magelang

id twc bantu pengembangan jagung

TWC bantu kembangkan budidaya jagung petani Magelang

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Edy Setijono (tengah) penen jagung di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Hasil panenan ini digunakan sebagai benih jagung yang akan dikembangkan 25 kelompok tani di Kecamatan Secang dan Grabag. (Foto: Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) membantu pengembangan budidaya jagung dengan memberikan bantuan benih jagung kepada 25 kelompok tani di Kecamatan Grabag dan Secang Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) Edy Setijono di Magelang, Sabtu, mengatakan PT TWC melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melaksanakan kegiatan panen jagung dan penyerahan bantuan benih jagung Bisma Komposit kepada petani.

Program budidaya jenis Bisma dan pemulihan benih jagung bisma ini sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, berlangsung mulai bulan Desember 2018 dan sampai bulan Mei 2019 dan saat dilakukan panen bersama.

Dengan memanfaatkan lahan 2 hektare, kegiatan ini dilaksanakan dengan memberdayakan petani di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.Pelaksana program ini oleh kelompok tani Giri Makmur dalam pendampingan dari Nusapada Menanam.

Menurut dia, program ini disertai dengan pelatihan dan pendampingan kepada petani bagaimana budidaya jagung yang benar dengan produktivitas tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Ia menuturkan hasil panen jagung ini diserahkan secara simbolis kepada 25 kelompok tani di wilayah Secang dan Grabag sebagai benih.

Ia menyampaikan program ini merupakan lanjutan dari bantuan PT TWC berupa pembibitan padi di kawasan Prambanan bebrapa waktu lalu.

"Sekarang kita lanjutkan, kebetulan kita punya mitra dari Yayasan Nusapada Menanam yang mempunyai benih jagung unggul, kemudian kita coba cari wilayah yang lahannya cocok untuk menanam jagung dan kita pilih di Girikulon ini dan ternyata produktifitasnya bagus," katanya.

Harga benih jagung di pasaran berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Masing-masing petani mendapat bantuan satu kantong berisi 5 kilogram benih jagung.

"Dengan bantuan ini petani bisa menghemat untuk pembelian benih dan harapannya nanti di akhir proses panen pendapatan mereka meningkat," kata Edy Setijono.

Ia berharap dengan program ini mampu memberikan ilmu baru dalam budidaya jagung dengan produktivitas tinggi dan menciptakan petani mandiri. ***1***
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar