Bantuan Bekraf beri manfaat pengembangan industri jamu Mirombo

id bekraf industri jamu

Bantuan Bekraf beri manfaat pengembangan industri jamu Mirombo

Anggota Komisi X DPR RI, Bambang Sutrisno dan Kasubdit Pengembangan Kota Kreatif Bekraf Slamet Aji Pamungkas mengunjungi industri jamu yang dikelola Kelompok Wanita Tani Berdikari di Mirombo, Kelurahan Rojoimo, Kabupaten Wonosobo. (dok. Kominfo Kabupaten Wonosobo)

Wonosobo (ANTARA) - Bantuan modal dan peralatan dari Badan Ekonomi Kreatif bermanfaat bagi pengembangan industri jamu yang dikelola Kelompok Wanita Tani Berdikari di Mirombo, Kelurahan Rojoimo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kata Anggota Komisi X DPR RI, Bambang Sutrisno.

"Ternyata benar dengan bantuan yang diberikan kepada kelompok wanita tani (KWT) tersebut semakin maju dan bahkan produk jamu yang dihasilkan sudah merambah pasar ekspor sehingga ini layak untuk menjadi contoh bagi KWT-KWT lainnya di Indonesia,” katanya di Wonosobo, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mengunjungi industri jamu di Mirombo bersama Kasubdit Pengembangan Kota Kreatif Bekraf Slamet Aji Pamungkas dan penggiat ekonomi kreatif Wonosobo Agus Purnomo.

Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI dan perwakilan Bekraf tersebut untuk memastikan industri jamu yang pernah mendapat kucuran bantuan modal dan peralatan senilai Rp600 Juta tersebut masih berproduksi.

Berkembangnya usaha pembuatan jamu tradisional yang sekarang sudah merambah ke pasar global, diakui Bambang menunjukkan bahwa bantuan pemerintah pusat untuk para pelaku industri kreatif di daerah benar-benar dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Tujuan dari pemberian bantuan berupa modal dan peralatan dari Bekraf pada waktu itu memang karena mempertimbangkan keseriusan ibu Daryati dan KWT Wanita Berdikari dalam usaha mengolah potensi lokal berupa jamu tradisional," kata Slamet Aji Pamungkas.

Menurut dia tujuan tersebut kini sudah tercapai mengingat produksi jamu KWT Berdikari tidak hanya dipasarkan di lingkup daerah tapi juga sudah ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ke mancanegara.

Ketua KWT Wanita Berdikari Sudaryati yang juga inisiator dari berdirinya pabrik jamu tersebut mengakui semenjak mendapatkan bantuan pemerintah melalui Bekraf pihaknya semakin semangat dalam mengembangkan usaha.

Ia menyebutkan beragam produk berupa minuman herbal dengan banyak khasiat telah diproduksi, antara lain rempah-rempah tradisional temu lawak, daun sirsat lempuyang, jahe merah, kencur, cabe lempuyang dan kunyit berhasil diproduksi dan direspons positif pasar.

Ia menuturkan dengan berbagai inovasi, kini pemasaran produk jamu sudah merambah hingga ke Suriname, Belanda, Taiwan, dan pernah dipamerkan di Malaysia.

Ia berharap ada insentif untuk meringankan biaya pengiriman melalui laut, karena ongkos pengiriman produk jamu melalui laut saat ini masih mahal.
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar