Bekraf tingkatkan kompetensi pengembang aplikasi[

id Bekraf, BDD 2019

Bekraf tingkatkan kompetensi pengembang aplikasi[

Para narasumber pada pelaksanaan BDD 2019. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia berupaya meningkatkan kompetensi pengembang aplikasi dan permainan atau game melalui pelaksanaan Bekraf Developer Day (BDD).

"Kegiatan ini diadakan untuk menjembatani para pengembang dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital khususnya di bidang subsektor aplikasi, game, dan web serta internet of things," kata Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari di sela pelaksanaan BDD 2019 di Hotel Swiss Bellin Saripetojo Solo, Sabtu.



Ia mengatakan BDD 2019 bertujuan untuk memicu semangat kemandirian dan kewirausahaan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi yang berkualitas bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya di subsektor tersebut.

"Bekraf berkomitmen membantu mengembangkan talenta pengembang aplikasi dan game khususnya anak muda. Melalui kegiatan ini diharapkan timbul kompetensi sehat dan berkualitas antarpengembang serta menciptakan solusi untuk memecahkan permasalahan lokal dalam bentuk karya digital," katanya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Startup Developer Lokal, Decoding, Narendra Wicaksono, mengatakan ketersediaan developer expert atau pengembang dalam bidang teknologi informatika di Indonesia belum memenuhi kebutuhan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan empat tahun lalu, dikatakannya, jumlah pengembang dalam bidang teknologi informatika yang ada di Indonesia baru sekitar 7 persen.



"Menurut saya angka yang ideal itu 30 persen. Satu expert itu minimal lima developer. Memang untuk mencapai angka ideal ini susah karena programmer itu bukan hal yang mudah," katanya.

Sebetulnya, dikatakannya, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang membuka jurusan informatika, komputer sains, dan ilmu komputer. Meski demikian, pertumbuhan jurusan di perguruan tinggi tersebut tidak diimbangi dengan keberadaan pengajar yang mumpumi di bidangnya.

"Oleh karena itu, pengajar harus mumpuni. Selain itu, kurikulum harus tetap 'update'. Dengan demikian diharapkan ke depan makin banyak developer expert yang bermunculan di Indonesia," katanya.

Baca juga: Indonesia juara pertumbuhan ekonomi digital se-ASEAN
 
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar