Solo (ANTARA) - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut perlu ada persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menyikapi perubahan zaman seiring perkembangan teknologi.
“Kita meyakini ke depan ada sebuah pembatasan, revolusi dalam penggunaan AI, revolusi penggunaan humanoid robotik yang itu juga akan mempengaruhi perubahan cara kerja kita,” katanya di Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Topik tersebut juga disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Bloomberg New Economy Forum di New Capella Hotel, Singapura, beberapa waktu lalu, termasuk saat pertemuannya dengan bos Bloomberg Michael Rubens Bloomberg.
Menurut dia, seluruh individu harus memahami soal proses, sistem, dan strategi.
“Ini akan menyangkut semua negara, kalau tidak kita akan ditinggal oleh perubahan itu,” katanya.
Ia mengatakan hal yang paling penting adalah persiapan SDM sehingga bisa mengikuti perubahan tersebut.
“Harus disiapkan, harus ditraining, harus dikenalkan sejak awal dari SDM kita, terutama anak muda mengenai AI, algoritma, koding, machine learning,” katanya.
Ia memperkirakan sekitar 5-15 tahun yang akan datang akan ada perubahan ke arah itu dan Indonesia tidak boleh tertinggal.
Ia juga mengapresiasi pemerintah yang sudah menyikapi perubahan itu dengan mengajarkan koding ke siswa sekolah.
“Ini kan pemerintah bagus sekali. Tahun depan sudah akan mengajarkan koding di sekolah-sekolah, baik di sekolah dasar, SMP, SMA, SMK, saya menyambut baik itu,” katanya.

