Bunga bangkai setinggi 40 cm tumbuh di pekarangan warga Kudus (VIDEO)

id bunga bangkai, tumbuh di pekarangan,warga kudus

Bunga bangkai setinggi 40 cm tumbuh di pekarangan warga Kudus (VIDEO)

KUDUS - Tanaman bunga bangkai atau  amorphophallus titanum becc tumbuh di pekarangan depan rumah warga di Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Sebuah tanaman bunga bangkai atau amorphophallus titanum becc  tumbuh di pekarangan depan rumah warga di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan menjadi tontonan warga sekitar karena kejadian langka. 
   
 "Selain langka, kesempatan melihat bunga bangkai tersebut juga terbatas karena biasanya hanya mekar dalam waktu sepekan," kata Sri Chilyati, salah seorang warga yang ingin melihat bunga bangkai di pekarangan milik Eded Karnadi di Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus, Senin.

Ia mengakui mengetahui ada bunga bangkai setelah mendapatkan informasi dari media sosial facebook, bahwa di Desa Nganguk yang mayoritas lahan pekarangan sudah jarang ternyata tumbuh bunga bangkai.

Begitu mengetahui ada informasi bunga bangkai tersebut, dia mengaku, bersama temannya yang kebetulan satu tempat kerja mendatangi rumah Eded Karnadi di RT 3 RW 4 Desa Sunggingan.

Selama ini, dia mengaku, belum pernah melihat bunga bangkai secara langsung seperti hari ini (22/10), karena sebelumnya hanya sekadar melihat lewat foto serta buku.

 "Sangat menakjubkan karena baru tumbuh bisa langsung mekar besar. Tentunya sangat bersyukur bisa melihatnya secara langsung serta mengabadikannya dengan kamera telepon," ujarnya.
 
     
Eded Karnadi, pemilik pekarangan yang tumbuh bunga bangkai mengakui selama ini dirinya memang tidak pernah menanam tanaman bunga langka tersebut.

 MBunga bangkai tersebut, lanjut dia, diketahui mekar dengan diameter 40 sentimeter dan ketinggian 40 cm pada Jumat (19/10) sore ketika sedang bersih-bersih pekarangan depan rumah.

Awalnya, kata dia, di sekitar tanaman bunga bangkai tersebut terdapat aneka bekas bangunan, kemudian dibersihkan sehingga sekarang bunga bangkainya bisa dilihat, mespikun di sampingnya terdapat tanaman lain.

 Di sekitar bunga tersebut, katanya, terdapat banyak lalat yang berkerumun.

Empat tahun yang lalu, katanya, di lokasi yang sama pernah tumbuh tanaman bunga bangkai yang sama dan dalam waktu sepekan bunganya sudah layu.

 Pada awal ditemukan, kata dia, bau bangkainya sangat menyengat hingga berjarak 25 meter.

 "Akan tetapi, bunga bangkai tersebut mengeluarkan bau tidak berlangsung terus menerus. Terkadang muncul terkadang tidak berbau," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar