Kudus miliki sanggar kerja untuk kaum difabel

id kudus miliki,sanggar,untuk kaum,disabilitasi intelektual

Kudus miliki sanggar kerja untuk kaum difabel

Wakil Bupati Kudus M. Hartopo berbincang dengan Kepala Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini Muhardjani saat peresmian sanggar kerja untuk penyandang disabilitas intelektual di aula Balai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (12-10-2018). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

     Kudus (Antaranews Jateng) - Kabupaten Kudus memiliki sheltered workshop atau sanggar kerja untuk penyandang disabilitas intelektual agar kaum difabel di Kudus memiliki keterampilan yang bisa menunjang kemandirian hidup.

     Peresmian Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah Kudus di aula Balai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (12/10) dihadiri Wakil Bupati Kudus Hartopo dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung Muhardjani M.P.

     Menurut Wakil Bupati Kudus M. Hartopo di Kudus, Jumat, kaum difabel intelektual juga perlu diperhatikan.
 
     Hartopo sangat mengapresiasi BBRSBG Kartini yang turut andil dalam pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual di Kudus.

     "Orang-orang yang berjiwa sosial tinggi dan mau membantu kaum difabel memang dibutuhkan di Kudus. Mari bersama-sama memenuhi hak mereka," kata Hartopo.
   
 Selama ini, lanjut Hartopo, penyandang disabilitas intelektual ini sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
 
     "Mari dibantu karena mereka membutuhkan bantuan banyak pihak. Jangan anggap sebelah mata karena kenyataannya mereka juga bisa membuat kerajinan tangan," ucap Hartopo. 
 
   Dalam rangka membantu pemasarannya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan daerah di Kabupaten Kudus diimbau untuk membeli produk yang dihasilkan oleh kaum difabel tersebut.

     Hartopo berharap hal itu ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus dengan membuat surat edaran supaya pegawai di pemkab Kudus bisa membeli produk mereka.

     Kepala Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini Muhardjani menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kudus yang begitu responsif terhadap kaum penyandang disabilitas intelektual.

     "Saya sangat bangga, pemerintah kabupaten hadir untuk penyandang disabilitas intelektual dan menyatakan komitmennya," kata Muhardjani. 
     
Sheltered workshop di Kudus ini merupakan yang kedua setelah Temanggung, Pada tahun ini rencananya ada lima kabupaten, yakni Kabupaten Kulonprogo, Sukoharjo, Karanganyar, Wonosobo, dan Kudus.
 
     Muhardjani menyebutkan sebanyak 32 orang yang dibina lewat sanggar kerja Peduli Mugi Berkah Kudus itu akan didampingi selama setahun hingga mereka mampu menguasai keahlian mulai dari membuat keset, membatik, hingga ternak.

     "Harapannya, mereka nantinya tidak lagi menjadi beban keluarga karena selanjutnya akan menjadi berkah bagi keluarga," kata Muhardjani.

     Usai meresmikan Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah Kudus, M. Hartopo melihat langsung produk hasil karya penyandang disabilitas intelektual, seperti batik ciprat, keset, dan ternak.

     Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Lutful Hakim menyebutkan jumlah penyandang disabilitas intelektual di Kudus mencapai 180-an orang, sedangkan yang bisa tertampung di Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah Kudus tidak banyak.

     "Harapannya, Kudus bisa kembali mendapatkan bantuan serupa sehingga bisa dibangun lagi sheltered workshop agar bisa menampung kaum disabilitas intelektual yang lain sehingga mereka juga mendapatkan keterampilan serupa," kata Muhardjani.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar