ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 23 April 2017

Pengadaan Pangan di Surakarta Terealisasi 13.000 Ton

| 219 Views
id pengadaan pangan, bulog, surakarta
Pengadaan Pangan di Surakarta Terealisasi 13.000 Ton
ilustrasi Beras Bulog (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Solo, ANTARA JATENG - Perum Bulog Subdivre III Wilayah Surakarta melakukan pengadaan pangan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Solo dan sekitarnya dengan realisasi hingga Maret 2017 mencapai 13 ribu ton setara beras.

"Pengadaan gabah realisasinya mencapai 26 ribu ton atau sekitar 13 ribu ton setara beras," kata Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Titof Agus Surya Pranata di Solo, Selasa.

Realisasi pengadaan pangan tersebut masih sekitar 12,38 persen dari target tahun ini, yang mencapai 105 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan pangan di Solo dan sekitarnya.

Dikatakan, persediaan pangan hingga Maret masih aman yakni sebanyak 52.000 ton setara beras atau mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga enam bulan ke depan.

"Stok pangan itu tersimpan di sejumlah gudang milik Bulog di tujuh wilayah eks Keresidenan Surakarta," kata Titof Agus.

Oleh karena itu, kata Titof Agus, cukupnya stok beras di wilayah Bulog Surakarta sehingga pihaknya mengajukan pengiriman pangan ke daerah lain untuk pemerataan persediaan.

"Kami megirimkan masing-masing 2.000 ton beras ke DKI Jakarta dan Pontianak. Kami sudah mendapat persetujuan pusat untuk memasok pangan untuk stok pemerataan," kata Titof Agus.

Selain itu, Bulog Surakarta juga terus melakukan penyerapan gabah hasil panen petani dengan melibatkan puluhan mitra kerja untuk memenuhi target pengadaan hingga akhir Desember mendatang.

"Kami tetap optimistis mampu memenuhi target pengadaan 105.000 ton setara beras hingga akhir 2017 mendatang," katanya.

Menyinggung soal pendistribusian raskin atau beras untuk rakyat sejahtera (rastra) tahun ini, Titof Agus mengatakan hingga bulan ke tiga ini, baru Kabupaten Sukoharjo yang telah disalurkan, sedangkan Boyolali, Klaten, Solo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri masih menunggu permintaan.

Ia mengatakan penyaluran rastra untuk Sukoharjo mencapai 717,7 ton per bulan, Boyolali (1.058), Klaten (1.638,6), Wonogiri (1.121), Karanganyar (852), dan Sragen (1.145), sedangkan Kota Solo tidak masuk rastra reguler.

"Warga Kota Solo sudah tidak masuk rastra reguler, tetapi penerima akan mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) setiap bulan," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca