Unsoed Lakukan Studi Kelayakan Pertanian di Negeria

id unsoed, studi kelayakan pertanian

Ketua Tim Konsultan Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof. Totok Agung Dwi Haryanto (kanan) dan anggota tim Suprayogi, Ph.D. saat menjelaskan hasil studi kelayakan pengembangan pertanian di Nigeria. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwot

Purwokerto, ANTARA JATENG - Tim konsultan pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, melakukan studi kelayakan pengembangan lahan pertanian di Nigeria.

"Tim dari Unsoed yang dipimpin Prof Totok Agung Dwi Haryanto serta beranggotakan saya dan Dr Purwanto telah melaksanakan studi kelayakan pengembangan lahan pertanian di Nigeria pada tanggal 30 Oktober sampai 9 November 2017," kata salah seorang anggota tim, Suprayogi PhD di Gedung International Relation Office (IRO) Unsoed, Purwokerto, Senin.

Selain tim konsultan pertanian dari Unsoed, kata dia, studi kelayakan tersebut juga melibatkan tiga personel Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tiga personel dari PT Poultrindo Lestari.

Dalam hal ini, lanjut dia, tim dari Unsoed menyiapkan perencanaan pengembangan pertanian dan produknya, sedangkan tim dari LAPI ITB berkaitan dengan infrastruktur dan hidrologi.

Ia mengatakan keterlibatan tim konsultan pertanian Unsoed dalam studi kelayakan tersebut tidak lepas dari kerja sama perguruan tinggi negeri itu dengan PT Poultrindo Lestari?yang telah lama berjalan dan akan segera diperbarui lagi.

"Prof Totok bersama timnya mengawali kegiatan di Pulau Bintan yang merupakan salah satu pulau yang `dikelola` oleh PT Poultrindo Lestari?untuk kegiatan-kegiatan usaha. PT Poultrindo Lestari?meminta Unsoed untuk melakukan studi kelayakan, kira-kira pulau itu dikembangkan untuk apa saja," jelas Suprayogi yang juga Direktur IRO Unsoed.

Setelah sukses melaksanakan kegiatan di Pulau Bintan, kata dia, tim konsultan pertanian Unsoed pada tahun 2015 dipercaya untuk membantu pengembangan lahan pertanian di Sudan.

"Alhamdulillah, mungkin karena hasil di Sudan dinilai bagus, kami kembali dipercaya melaksanakan hal serupa namun lokasinya di Nigeria," katanya.

Lebih lanjut, Ketua Tim Konsultan Pertanian Unsoed Prof. Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan melalui kerja sama tersebut, PT Poultrindo Lestari?ingin berkontribusi dalam membangun lumbung pangan dunia, antara lain di Sudan dan Nigeria yang merupakan dua negara di Benua Afrika.

Menurut dia, lahan di Afrika sangat luas, penduduknya masih sedikit, serta memiliki potensi besar namun belum dikembangkan karena masalah kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi.

"Pertanian sudah ada tapi masih dilaksanakan secara sederhana. Bayangkan (kondisi) Indonesia tahun 1970, seperti itulah Nigeria saat ini, belum banyak yang pakai varietas unggul, belum ada irigasi, belum ada penggunaan pupuk," kata pakar pertanian Unsoed itu.

Ia mengatakan PT Poultrindo Lestari?menginginkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan rekayasa sosial yang dihasilkan oleh Unsoed dapat diimplementasikan di Afrika khususnya Sudan dan Nigeria.

Dengan demikian, kata dia, nantinya diharapkan dapat dibangun semacam kawasan pertanian dan pangan terintegrasi.

Menurut dia, lahan pertanian yang akan dikembangkan di Nigeria mencapai 50 ribu hektare.

"Nigeria berpotensi untuk pengembangan jagung, kacang tanah, dan sorgum," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar