Railbus Batara Layani Sukoharjo-Solo-Yogyakarta

id railbus batara layani sukoharjosoloyogyakarta

Railbus Batara Layani Sukoharjo-Solo-Yogyakarta

foto: kampung-manahan.blogspot.com





"Railbus senilai Rp16,8 miliar sementara ini baru bisa melayani masyarakat dari Stasiun Sukoharjo-Solo-Yogyakarta dan belum bisa sampai Wonogiri, karena perbaikan jembatan dan rel sampai sekarang masih belum selesai," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta Yosca Herman Sudrajad di Solo, Senin.



Railbus Batara Kresna masih dalam uji coba yang pengoperasiannya diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susanto, Minggu (5/8).



"Saya belum mengerti sampai kapan pembangunan jembatan dan rel kereta api itu akan selesai. Pembangunan jembatan dan rel kereta api dari Sukoharjo sampai Wonogiri itu ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI)," katanya.



Menyinggung banyaknya dahan pohon yang berada di jalur kereta api dan beberapa bangunan yang berhimpitan dengan rel yang dilewati railbus tersebut, ia mengatakan bersama instansi terkait kini sudah mulai menertibkan utamanya memotongi dahan-dahan pohon yang berada di lintasan rel tersebut.



Ia mengatakan penertiban bangunan yang berhimpitan dengan rel tersebut, untuk sementara ini baru dilakukan pendataan dan pendekatan kepada pemiliknya diminta untuk membongkar. "Ya kalau aturan bangunan itu harus berada paling dekat dua meter dari rel," katanya.



Menyinggung railbus yang lewat di tengah kota Jalan Utama Slamet Riyadi nantinya apakah tidak mengganggu kendaraan lain, Yosca mengatakan hal itu tidak akan terjadi, semua mempunyai jalan sendiri. "Hal ini bisa dilihat di luar negeri. Untuk sekarang ini kereta api yang lewat tengah kota di Indonesia satu-satunya tinggal di Solo, dan ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pengembangan sektor pariwisata," katanya.



Railbus dengan kapasitas 28 tempat duduk per gerbong , sekali perjalanan bisa menampung total 84 penumpang, dan bisa dua kali lipat jika ditambah penumpang yang berdiri, katanya.
Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar