Kaum milenial dikenalkan pariwisata berprotokol kesehatan di Jateng

id Bimbingan teknis pariwisata

Kaum milenial dikenalkan pariwisata berprotokol kesehatan di Jateng

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng membuka bimbingan teknis tentang penguatan promosi wisata melalui media dan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ketahanan lingkungan di Semarang, Kamis. ANTARA/ I.C.Senjaya

Semarang (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan bimbingan teknis kepada para kaum muda dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dalam upaya mengenalkan pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Bimbingan teknis tentang penguatan promosi wisata melalui media dan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ketahanan lingkungan di Semarang, Kamis, merupakan inisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng.

Menurut Agustina, para milenials itu nantinya akan bertugas untuk membranding potensi-potensi wisata di daerahnya masing-masing melalui media massa.

"Untuk menyemangati para insan pariwisata yang terdampak COVID-19," kata dia.

Baca juga: Kawasan Baturraden dicanangkan sebagai Wisata Siaga Candi

Menurut dia, dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata ini juga mengakibatkan dampak beruntun terhadap ekonomi kreatif.

Oleh karena itu, kata dia, pariwisata harus tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat agar ekonomi kreatif juga tetap bergerak.

"Tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. Pariwisata bisa dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Sejumlah pemateri dalam bimbingan teknis tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Jawa Tengah Teguh Hadi Prayitno, Pemimpin Redaksi Koran Suara Merdeka Gunawan Permadi, serta Pemimpin Redaksi Koran Wawasan Aulia Assyiahidin.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan terjadinya pandemi COVID-19 bukan berarti menghentikan seluruh kegiatan pariwisata.

"Pandemi ini menjadi momentum bagi kita untuk menata kembali sektor pariwisata dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya," katanya.

Menurut dia, banyak negara melakukan hal serupa di masa pandemi ini.
Baca juga: Bukit Sibedug objek wisata baru di kawasan Wadaslintang Wonosobo
Baca juga: Empat wisata desa di Temanggung terima kucuran Rp5,5 miliar

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar