Sensus penduduk BPS Solo sisakan empat wilayah

id BPS, solo, sensus penduduk

Sensus penduduk BPS Solo sisakan  empat wilayah

Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Kegiatan sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Kota Solo hingga saat ini menyisakan empat wilayah, yaitu satu rukun tetangga (RT) dan tiga rukun warga (RW) yang masih diisolasi karena adanya kasus COVID-19 di daerah tersebut.

"Infonya seperti itu (karena ada kasus COVID-19), ada RT 02 dan RW 20 di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Selain itu juga ada RW 14 dan RW 15 di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari," kata Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto di Solo, Kamis.

Ia mengatakan pelaksanaan sensus penduduk tahap dua sendiri, yaitu secara langsung dari rumah ke rumah sudah selesai dilakukan pada tanggal 15 September 2020. Jadwal tersebut termasuk kegiatan sensus kepada para tuna wisma yang ada di Kota Solo.

"Oleh karena itu, untuk yang masih diisolasi ini akan kami lakukan kembali setelah wilayahnya dibuka. Sebetulnya data sudah kami dapatkan dari Ketua RT setempat tetapi belum kami lakukan verifikasi ke rumah-rumah," katanya.

Untuk sensus yang dilakukan kepada tuna wisma, dikatakannya, juga sudah selesai dilakukan dengan menggandeng pihak terkait, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta petugas keamanan.

"Awalnya ada 52 titik yang kami deteksi, tetapi ternyata lebih dari itu. Meski demikian, sudah kami sasar sampai tuntas," katanya.

Khusus pada sensus penduduk untuk tuna wisma tersebut, dikatakannya, berhasil terdata sebanyak 202 orang yang mayoritas berada di Kecamatan Banjarsari dan Jebres.

"Mereka ini macam-macam (asalnya), bukan hanya dari Solo dan Jawa Tengah tetapi juga luar Jawa seperti Sulawesi, Sumatera Utara. Utamanya di Pasar Gede, cukup banyak yang dari luar Jawa," katanya.

Sementara itu, meskipun sensus penduduk sudah hampir selesai dilakukan untuk data akhir belum dapat disampaikan mengingat hingga saat ini masih dilakukan pengolahan.

"Kami juga masih menunggu dibukanya empat wilayah ini, kalau ternyata waktu isolasi masih lama maka kami akan menggunakan data yang dari Ketua RT," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar