Dua hari terakhir, Solo nihil tambahan pasien COVID-19

id Solo nihil tambahan ,pasien COVID 19

Dua hari terakhir, Solo nihil tambahan pasien COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih saat memberikan penjelasan soal perkembangan di era normal baru di Kantor Dinkes Surakarta, Jumat (3/7/2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Hanya saja, di zona ini kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, tetap disarankan berada di rumah
Solo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Surakarta menyebutkan selama dua hari terakhir daerah setempat nihil tambahan pasien positif COVID-19 karena kesadaran warga menerapkan disiplin protokol kesehatan yang tinggi.

"Meskipun Solo sudah masuk zona kuning pandemi COVID-19, tetapi warga diminta tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus," kata Kepala Dinkes Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Jumat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat menyatakan Kota Solo masuk zona kuning sejak Jumat (26/6) hingga sekarang, sehingga Pemerintah Kota Surakarta memberikan kelonggaran kepada masyarakat dalam beraktivitas menuju normal baru.

"Masyarakat di zona kuning bisa beraktivitas di luar rumah dengan protokol kesehatan, termasuk untuk sektor industri, bisnis, olahraga, fasilitas layanan kesehatan. Hanya saja, di zona ini kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, tetap disarankan berada di rumah," katanya.

Zona kuning COVID-19, katanya, berarti wilayah tersebut masih ada kasus positif, sehingga memungkinkan terjadinya penularan virus, meski dari sisi penyebaran masih dapat dikendalikan.

Baca juga: Pasar Gede Solo buat 30 tumpeng untuk keselamatan dari COVID-19

Siti Wahyuningsih mengatakan warga Solo tetap waspada penularan virus di tengah aktivitasnya. Mereka harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan, antara lain mengenakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun, mengenakan pelindung wajah, jaga jarak, dan selalu membawa cairan pembersih tangan.

Ia mengatakan tren peningkatan pasien positif COVID-19 di Solo memang tidak  signifikan. 

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surakarta, jumlah secara akumulasi positif 43 orang, 35 di antaranya dinyatakan sembuh, tiga masih dirawat di rumah sakit, satu dikarantina mandiri, dan empat lainnya meninggal dunia.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 277 orang, dengan 230 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sebanyak 10 orang masih menjalani rawat inap dan 37 orang meninggal dunia.

Jumlah orang dalam pengawasan 656 orang yang terdiri atas satu orang rawat inap, 14 rawat jalan, 15 dalam pemantauan, dan 644 sudah selesai pemantauan. 

Baca juga: Surakarta pastikan perusahaan terapkan protokol kesehatan
Baca juga: Antisipasi COVID-19 pada anak, pelajar di Solo dilarang pergi ke pusat perbelanjaan
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar