Sukses direstorasi, lokomotif uap produksi tahun 1921 dioperasikan untuk KA Jaladara

id Lokomotif uap,D1410,restorasi,stasiun purwosari,kereta upa, kereta kuno

Sukses direstorasi, lokomotif uap produksi tahun 1921 dioperasikan untuk KA Jaladara

Lokomotif uap D1410 yang sudah direstorasi dan siap diberangkatkan ke Stasiun Purwosari, Solo. ANTARA/Eka AR

Yogyakarta (ANTARA) - Lokomotif uap D1410 buatan Hanomag Hannover Linden Jerman pada 1921 berhasil direstorasi oleh Balai Yasa Yogyakarta untuk kemudian dikirim ke Stasiun Purwosari guna mendukung operasional kereta api wisata Jaladara.

“Hari ini lokomotif dikirim dari Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Purwosari (Solo, Jawa Tengah) untuk dinas di Purwosari melayani KA Jaladara,” kata Executive Vice President (EVP) PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Purwanto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, perjalanan lokomotif yang berusia hampir satu abad melintas di jalur Lempuyangan hingga Purwosari merupakan peristiwa yang bersejarah karena sudah 30 tahun berlalu tidak ada lokomotif uap yang melintas di jalur tersebut.

“Meskipun perjalanan dari Lempuyangan hingga Purwosari ini adalah perjalanan dinas, bagi kami perjalanan ini memiliki nilai yang sangat penting,” katanya.

Baca juga: Pemkot dukung optimalisasi operasional KA Jaladara

Eko menambahkan keberhasilan Balai Yasa Yogyakarta melakukan restorasi terhadap lokomotif uap tidak terlepas dari peran berbagai pihak termasuk personel-personel kereta api yang dulu pernah menangani dan mengoperasionalkan lokomotif uap.

“Kami berharap, ada transfer ilmu dan keterampilan dari para senior terkait teknologi kereta uap. Ilmu yang ada perlu diteruskan. Perkembangan teknologi kereta api semakin maju, tetapi ilmu untuk teknologi lama jangan sampai hilang,” katanya.

Ia menambahkan, PT KAI juga bisa memotret perkembangan teknologi kereta api dari waktu ke waktu dengan keberhasilan restorasi lokomotif uap tersebut. “Setiap perkembangan teknologi ada buktinya,” katanya.

Lokomotif uap yang mampu mencapai kecepatan maksimal 70 kilometer per jam tersebut sebelumnya diopersionalkan di lintas Jakarta-Bogor-Sukabumi dan sebelum direstorasi disimpan di museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Lokomotif tersebut memiliki panjang 12,65 meter, lebar tiga meter dan tinggi maksimal 3,78 meter.

“Restorasi lokomotif tua tidak berhenti di sini saja. Jika memang masih ada lokomotif tua yang perlu direstorasi maka Balai Yasa siap meskipun untuk merestorasi bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan waktu dan rencana yang matang,” katanya.

Restorasi lokomotif D1410 tersebut merupakan restorasi perdana lokomotif uap yang dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar