Ratu Keraton Sejagat mengaku warga Kalibata, Lurah: Tak ada nama itu

id keraton agung sejagat, purworejo, ratu keraton agung sejagat, lurah kalibata, jakarta selatan

Ratu Keraton Sejagat mengaku warga Kalibata, Lurah: Tak ada nama itu

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan tentang kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dengan dua tersangkanya, Totok Santosa (belakang kanan) dan Fanni Aminadia (belakang kiri), saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/1/2020). ANTARA /Immanuel Citra Senjaya

Jakarta (ANTARA) - Lurah Kalibata Maman Suraman memastikan nama Fani Aminadia yang menjadi Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo bukan warganya dan nama tersebut juga tidak terdaftar dalam data kependudukan kelurahan tersebut.

"Enggak ada, sudah dicek di daftar Dukcapil yang ada di keluarga tidak ada terdaftar nama dia (Fani Aminadia)," kata Maman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu malam.

Nama Fani Aminadia mencuat setelah muncul sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, yang menghebohkan warga Jawa Tengah dan dunia maya.

Baca juga: Raja dan Ratu ditangkap, Keraton Agung Sejagat dipasang garis polisi

Selain Fani, juga ada Totok Santosa yang mengklaim diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Keduanya telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah terkait kasus penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran serta penipuan.

Maman mengatakan sudah banyak pihak yang menghubungi dirinya untuk mengkonfirmasi terkait status kependudukan Fani Aminadia sebagai warga Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca juga: Sejarawan: Pernyataan Raja Keraton Agung Sejagat mengada-ada

Status tersebut terungkap dari pemeriksaan di Polda Jawa Tengah yang menyatakan Totok Santosa adalah warga Ancol, Jakarta Utara, dan Fani Aminadia ber-KTP Kalibata Jakarta Selatan.

"Tidak ada, barusan dari Polsek juga tanya. Dan sudah dicek tidak terdaftar nama tersebut," kata Maman.

Maman memastikan sudah melakukan pengecekan nama Fani Aminadia dalam sistem informasi manajemen kepedudukan juga tidak terdapat nama tersebut.

"Kita cek di Sinduk, sistem informasi manajemen kependudukan tidak ada," kata Maman.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Tengah menahan Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Totok Santosa dan Fanni Aminadia yang viral di meda sosial beberapa waktu terakhir.

Penangkapan tersebut berdasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran keraton di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo.

Santosa dan Aminadia dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Baca juga: Bukan pasutri, Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat ditangkap di Yogyakarta
Sejumlah pengunjung berada di gapura pintu masuk komplek Keraton Agung Sejagad Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020). Kemunculan Keraton Agung Sejagat menghebohkan masyarakat sekitar maupun dunia maya setelah ratusan pengikutnya mengadakan acara Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Minggu (12/1/2020). ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Selain menahan keduanya, polisi juga menyita sejumlah barang bukti termasuk dokumen yang diduga dipalsukan oleh pelaku.

Keraton Agung Sejagat mulai dikenal publik setelah mereka mengadakan 'wilujengan' atau Kirab Budaya pada Jumat 10/1) hingga Minggu (12/2).

Keraton Agung Sejagat dipimpin 'seseorang' yang dipanggil'sinuwun' yang bernama asli Toto Santoso Hadinigrat dan instrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu.

Keberadaan keraton tersebut telah memiliki pengikut mencapai sekitar 450 orang.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar