Mantan wali kota tak ingin tergesa-gesa "nyalon" lagi

id Wali kota soemarmo

Mantan wali kota tak ingin tergesa-gesa "nyalon" lagi

Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo H.S. ANTARA/Rosa Panggabean

Kalau mengusung, masih butuh koalisi dengan partai lain. Masih butuh enam kursi lagi
Semarang (ANTARA) - Mantan Wali Kota Semarang, Soemarmo, tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2020.

"Saya tidak ingin grusa-grusu, banyak hal yang menjadi pertimbangan," kata dia di Semarang, Minggu.

Ketua DPC PKB Kota Semarang itu tidak ingin pengalaman pencalonan pada 2015 terulang kembali.

Pada 2015, Soemarmo mengaku maju sebagai calon wali kota dengan persiapan yang minim.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan, menurut dia, seperti keputusan partai dalam merekomendasikan bakal calon.

Ia mengaku masih harus menunggu hasil konsolidasi dengan DPW dan DPP PKB yang rencananya digelar akhir Desember.

Baca juga: Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo: Mesin Politik Saya Ibarat Diesel

PKB Kota Semarang, lanjut dia, hanya memiliki empat kursi di DPRD.

"Kalau mengusung, masih butuh koalisi dengan partai lain. Masih butuh enam kursi lagi," katanya.

Selain itu, kata dia, persiapan untuk menghadapi Pilpres 2024 juga menjadi pertimbangan.

"Pilkada 2020 ini juga jadi bagian dari persiapan menghadapi Pilpres 2024," katanya.

Meski belum bisa memberi jawaban berkaitan dengan rencana mencalonkan diri dalam Pilkada 2020, Soemarmo mengaku masih ada cukup waktu menjelang waktu pendaftaran.

Ia menjelaskan persiapan menjelang Pilkada 2020 lebih panjang daripada 2015.

"Masa pendaftaran baru akan dimulai sekitar Juni 2020. Masih ada cukup waktu untuk persiapan," katanya.

Baca juga: Soemarmo Belum Berpikir "Nyalon" Wali Kota Lagi
Baca juga: Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo Berharap Pilwakot "Head To Head"
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar