Proyek gorong-gorong di Kudus diklaim bisa reduksi banjir 60 persen

id saluran drainase,genangan banjir kudus

Proyek gorong-gorong di Kudus diklaim bisa reduksi banjir 60 persen

Sejumlah pekerja tengah menyelesaian pembuatan saluran drainase di Jalan Bakti, Kudus, Jawa Tengah, Senin (4/11/2019). ANTARA /Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pembangunan gorong-gorong atau saluran drainase secara serempak di 61 titik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diklaim mampu mereduksi potensi genangan banjir di daerah setempat setiap memasuki musim hujan hingga 60 persen.

"Dengan adanya pembangunan saluran drainase hingga 61 paket kegiatan, tentunya semakin mengurangi jalan yang belum dilengkapi saluran drainase," kata Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kudus Harry Wibowo di Kudus, Senin.

Ia mencatat hampir semua jalan pemerintah kabupaten sudah dilengkapi dengan saluran drainase.

Baca juga: Sumbat pintu air, sedimentasi Bendung Wilalung Kudus mulai dikeruk

Kalaupun masih ada jalan kabupaten yang belum ada saluran drainasenya, dia memperkirakan, hanya tersisa 25 persen.

Sementara total panjang jalan kabupaten di Kudus mencapai 600-an kilometer. 

Untuk proyek pembangunan saluran drainase tahun ini jumlahnya mencapai 61 titik yang tersebar di sejumlah daerah di Kudus.

"Kami optimistis, dengan adanya saluran drainase yang baru maupun perbaikan saluran drainase yang lama bisa optimal dalam mengalirkan air hujan ke hilir," ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan saluran drainase di Jalan Gondangmanis  bisa mereduksi potensi genangan yang selama ini sering terjadi dan mengakibatkan jalan cepat rusak karena air bisa langsung mengalir melalui saluran drainase.

Hal terpenting agar saluran drainase tersebut tetap berfungsi optimal, kata dia, masyarakat juga turut menjaga agar tidak sembarangan membuang sampah maupun limbah rumah tangga.

"Saluran drainase hanya untuk menampung air hujan dan tidak boleh untuk tempat membuang sampah maupun limbah rumah tangga," ujarnya.

Untuk jalan kabupaten yang belum dilengkapi saluran drainase, katanya, sedang diupayakan melalui anggaran kabupaten maupun usulan melalui provinsi.

Tahun 2019, kata dia, ada beberapa ruas jalan yang diusulkan untuk dilengkapi saluran drainase, seperti di Jalan Pramuka karena saluran drainasenya belum lengkap karena baru dibangun sebagian.

Ia berharap tahun mendatang akan didukung anggaran sehingga persentase jalan yang dilengkapi saluran drainase bisa semakin besar.

Baca juga: Banjir bandang terjang Kabupaten Kudus
Baca juga: Tiga bocah tewas tenggelam dalam genangan banjir Kudus (VIDEO)
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar