Produsen Viar minta Pemprov Jateng terapkan BBN 0 persen untuk kendaraan listrik

id viar,program,langit biru,motor,listrik,semarang

Produsen Viar minta Pemprov Jateng terapkan BBN 0 persen untuk kendaraan listrik

Direktur PT Triangle Motorindo Ign Kartiman (kanan), Marketing Manager PT Triangle Motorindo Area Jawa dan Kalimantan Dwiyanto (tengah), dan HRGA & Legal Manager PT Triangle Motorindo Dimas Tommy Radityo (kiri) foto di depan motor listrik VIAR di Semarang, Minggu (6/10). ANTARA/Nur Istibsaroh

Semarang (ANTARA) - PT Triangle Motorindo, perusahaan pemegang tunggal merek Viar, minta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan Biaya Balik Nama (BBN) sepeda motor listrik 0 persen seperti yang telah diupayakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jabodetabek atau Jawa Barat yang hanya 2,5 persen.

"Di Jawa Tengah, BBN masih 12,5 persen. Padahal pabrik motor listriknya ada di Ibu Kota Jawa Tengah. Kami berharap di Jateng BBN bisa turun atau 0 persen, karena dikhawatirkan berpengaruh terhadap minat konsumen," Marketing Manager PT Triangle Motorindo Area Jawa dan Kalimantan Dwiyanto di Semarang, MInggu.

PT Triangle Motorindo berkomitmen memberi dukungan kepada pemerintah terhadap Program Langit Biru dengan meningkatkan produksi motor listrik sekaligus berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan dari konsumen.

Program Langit Biru, sebuah program yang bertujuan untuk mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

Sementara itu, Direktur PT Triangle Motorindo Ign Kartiman mengatakan motor listrik diharapkan terus diminati dan menjadi pilihan pasar karena selain harganya yang murah dan tidak menghasilkan polusi udara, juga lebih efisien.

"Kita tidak perlu ganti oli atau servis mesin. Kebutuhannya cukup suplai listrik dan akan lebih menghemat biaya. Obsesi Viar jadi motor nasional," kata Kartiman ditemui di Semarang, Minggu (6/10).

PT Triangle Motorindo, kata Kartiman, telah menyiapkan produk VIAR berupa New Q1 dan motor listrik trail E Cross yang kini sedang dalam pengujian.

Dwiyanto menambahkan menambahkan meningkatnya permintaan motor listrik berkisar 10 hingga 20 persen dan didominasi oleh instansi dan perusahaan yang telah menerapkan lingkungan bebas polusi di wilayah kerjanya.

Ia mencontohkan sejumlah instansi dan perusahaan tersebut antara lain rumah sakit, kampus, dinas lingkungan hidup, dan PT PLN (Persero) Jateng dan DIY.

"Seri New Q1 yang paling banyak dicari karena baterainya lebih tipis sehingga bagasi bisa memuat dua baterai untuk cadangan dengan hituangan satu baterai 12 ampere bisa untuk kebutuhan 60 km.

HRGA & Legal Manager PT Triangle Motorindo Dimas Tommy Radityo menambahkan bahwa Viar terus melakukan pengembangan inovasi untuk mendukung pengembangan teknologi motor listriknya.

Pengembangan inovasi tersebut, tambah Dimas, dilakukan dengan cara mengandeng sejumlah perguruan tinggi di antaranya dengan UGM dan ITB, sementara dengan perusahaan dengan PT PLN (Persero).

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar