FISIP Unsoed gelar lokakarya "Hoax Busting and Digital Hygiene"

id hoaks

FISIP Unsoed gelar lokakarya "Hoax Busting and Digital Hygiene"

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsoed, Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. ANTARA/HO/dok. pribadi

Purwokerto (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar workshop "Hoax Busting and Digital Hygiene" guna menyosialisasikan mengenai pentingnya literasi media dalam rangka mencegah penyebaran disinformasi atau hoaks.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tidak langsung percaya terhadap suatu berita tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya," kata Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsoed, Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Dia mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut bekerjasama dengan dengan Google News Initiative dan AJI.

"Acara serupa juga diselenggarakan secara serentak di 21 kota di Indonesia," katanya.

Dia juga mengatakan acara tersebut dibuka secara daring oleh Ketua AJI Abdul Manan dan dilanjutkan dengan pembukaan secara langsung oleh dirinya sebagai ketua jurusan komunikasi FISIP Unsoed.

Baca juga: Peserta SMN Jateng dapat pelatihan jurnalistik tangkal hoaks

"Acara ini diikuti oleh 122 peserta dari berbagai kalangan baik dari akademisi, mahasiswa, hingga praktisi media, peserta yang hadir juga bukan hanya dari Unsoed melainkan banyak berasal dari perguruan tinggi lain," katanya.

Dia menambahkan, peserta dari perguruan tinggi lain di antaranya adalah seperti Univeritas Peradaban Bumiayu, Universitas Telkom Bandung, ITT Purwokerto, Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Tidar Magelang dan lain sebagainya.

Dia menambahkan, acara tersebut juga bertujuan agar peserta dapat melakukan pengecekan fakta secara mandiri dan menyebarkan informasi yang telah di dapat kepada lingkunganya masing-masing.

"Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi teknik mendeteksi informasi palsu, dan mengenalkan 'tools' dari Google dan dari yang lainnya untuk memudahkan netizen mengecek kebenaran informasi yang tersebar di dunia maya," katanya.

Baca juga: Veronica tersangka hoaks Asrama Mahasiswa Papua

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar