11 perusahaan Tiongkok siap direlokasi ke Jateng

id relokasi perusahaan Tiongkok

11 perusahaan Tiongkok siap direlokasi ke Jateng

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman saat menyampaikan kata sambutan dalam Forum Infrastruktur Kedua RI-India di Jakarta, Selasa (19/3/2019). (ANTARA/M Razi Rahman)

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 11 perusahaan di Tiongkok siap direlokasi ke Jawa Tengah sebelum akhir 2019 berdasarkan rekomendasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Deputi Perencanaan BKPM RI Ikmal Lukman di Semarang, Senin, mengatakan bahwa terdapat 11 perusahaan Tiongkok yang kemungkinan besar akan direlokasi menyusul 33 perusahaan yang telah hengkang dari negeri Tirai Bambu sebagai imbas dari perang dagang antara Tiongkok dan Amerika.

"Kami tidak mau kehilangan momentum ini lagi setelah tidak satupun dari 33 perusahaan yang masuk ke Indonesia, maka ini kami siap-siap agar kesempatan ini tidak terlepas lagi," katanya saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya di Semarang, Senin.

Baca juga: Bupati Batang klaim daerahnya jadi incaran investor asing

Menurut dia, sebagian besar dari 11 perusahaan tersebut, bergerak di bidang furnitur atau mebel dan setelah melakukan pemetaan di beberapa wilayah, BKPM memutuskan wilayah yang paling cocok untuk menerima relokasi tersebut adalah Jawa Tengah.

Kendati demikian, Ikmal mengaku belum bisa menyebutkan total investasi yang bakal masuk terkait dengan rencana relokasi 11 perusahaan dari Tiongkok ke Jawa Tengah itu.

"Jateng inikan sentra industri mebel nasional dengan kontribusi 80 persen. Kami mencari lokasi tepat untuk relokasi dan untuk relokasi ini salah satu parameter utamanya adalah ketersediaan lahan," ujarnya.

Ia mengungkapkan Kabupaten Kendal, Pemalang, dan Sukoharjo menjadi daerah paling potensial untuk menjadi lokasi relokasi perusahaan dari Tiongkok berdasarkan berbagai pertimbangan terkait ketersediaan lahan dan infrastruktur yang bisa menjadi daya tarik tersendiri.

"Awal Oktober BKPM berkunjung ke sentra industri furnitur China. Setelah mendapat kepastian di Jawa Tengah, November akan bertemu dengan Presiden dan Desember harapannya sudah terealisasi," katanya.

Baca juga: 6 kecamatan di Batang diusulkan masuk kawasan industri

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah bakal tancap gas untuk dunia industri.

"Jawa Tengah memang didorong untuk gas pol karena dijadikan penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional, maka PMDN (penanaman modal dalam negeri) dan PMA (penanaman modal asing) kami dorong," ujarnya.

Terkait dengan rencana relokasi perusahaan Tiongkok ke Jateng, Gubernur Ganjar bakal menyiapkan klaster-klaster wilayah.

"Salah satu kekuatan di Jateng tekstil dan turunan tekstil, makanan dan minuman, dan furnitur. Kalau berkenan, jika BKPM ke China kawan-kawan bupati diajak biar langsung paparan dan bisa 'deal'," katanya.

Baca juga: KIW kian dilirik investor
Baca juga: Investor daerah kini bisa ikuti public expose live
Baca juga: Pertumbuhan jumlah investor pasar modal Solo terus meningkat
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar