PGN kelola jargas di Kota Cirebon

id pgn,jargas, cirebon

PGN kelola jargas di Kota Cirebon

Menteri ESDM Ignasius Jonan disela Peresmian jargas di Kota Cirebon, Kamis (21/3). (Foto: Dok. Humas PGN)

Lewat energi baik yang murah dan stabil, masyarakat akan mendapatkan nilai lebih. Untuk gas akan dipasok dari PT Pertamina EP sebesar 0,2 mmscfd dengan tapping di jaringan pipa eksisting Pgasol
Semarang (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan mengelola jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kota Cirebon setelah selesai dibangun dan 3.503 sambungan rumah siap dialiri gas bumi murah.

Peresmian jargas dilakukan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirjen Migas Djoko Siswanto, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, serta Dirut PT PGN  Gigih Prakoso bertempat di Kantor Kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis.

Pembangunan jargas di Kota Cirebon pertama kali pada 2012 sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR) dan menyusul pada 2019, sehingga total jargas yang terpasang di Kota Cirebon 7.503 SR, sedangkan total pembangunan jargas di Provinsi Jawa Barat 33.200 SR.

"Jargas Kota Cirebon dibangun di Kelurahan Suket Duwur, Surapandan, Kedung Kersik, serta penetrasi di Kelurahan Argasunya, Kalijaga, dan Harjamukti," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendorong dan mempercepat program jargas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi. 

Ada banyak keuntungan yang diperoleh dengan adanya jargas, yakni harga gas bumi lebih murah dari elpiji, menekan subsidi dan impor elpiji; dan dari segi lingkungan emisi jauh lebih bersih dibandingkan dengan BBM dan kayu bakar, serta available setiap saat sehingga tidak perlu keluar rumah mencari elpiji/minyak tanah/kayu bakar jika sewaktu-waktu kehabisan.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menambahkan penggunaan jargas di Kota Cirebon akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat karena Kota Cirebon salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. 

"Lewat energi baik yang murah dan stabil, masyarakat akan mendapatkan nilai lebih. Untuk gas akan dipasok dari PT Pertamina EP sebesar 0,2 mmscfd dengan tapping di jaringan pipa eksisting Pgasol," kata Gigih.

Pembangunan jargas dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan persyaratan pembangunan jargas seperti wilayah harus dekat dengan sumber gas/pipa gas, spesifikasi gas bumi terpenuhi (tidak membahayakan masyarakat), terdapat potensi pasar pengguna, komitmen pemerintah daerah serta memenuhi kaidah keselamatan dan keteknikan.  

Sejak dibangun pertama kali pada 2009, total sambungan rumah jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota.

Pada 2019, direncanakan dibangun 78.216  SR jargas di 18 lokasi yaitu Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR), Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR), Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR), Kabupaten Wajo (2.000 SR), dan Kutai Kartanegara (5.000 SR). 
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar