Pembangunan Pasar Wonodri Semarang rampung 100 persen

id kepala dinas perdagangan,pasar wonodri

Pembangunan Pasar  Wonodri Semarang rampung 100 persen

Semarang - Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto saat meninjau progres pembangunan Pasar Wonodri Semarang, Senin (14/1), (Foto: Dok Disdag Smg)

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Perdagangan Kota Semarang menyebutkan pembangunan Pasar Wonodri Semarang yang sempat molor akhirnya rampung 100 persen.

"Secara formal, batas waktu pengerjaan sampai 20 Januari 2019. Tetapi, kami lihat sudah 100 persen," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Senin.

Menurut dia, pembangunan Pasar Wonodri Semarang dirampungkan lebih cepat dari target yang ditetapkan dari tambahan waktu selama 25 hari.

Diakuinya, proses pembangunan Pasar Wonodri yang molor sempat disoroti banyak kalangan termasuk legislatif, sebab merupakan proyek 2018.

Namun, ia bersyukur pembangunannya bisa diselesaikan pada tahun ini dengan diberikannya perpanjangan waktu terhadap kontraktor sesuai aturan yang berlaku.

"Setelah kami cek semua, sudah 100 persen selesai. Tinggal pembersihan saja," kata Fajar.

Sementara itu, Project Officer PT Batanghari Karya Mandiri Dedi Priyanto selaku pelaksana proyek menjelaskan proses pembangunan Pasar Wonodri sudah di angka 100 persen.

Namun, kata dia, masih ada waktu pemeliharaan selama enam bulan ke depan yang akan dipakai untuk perbaikan-perbaikan yang sifatnya kecil.

Dipastikannya, Pasar Wonodri sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Semarang sehingga sudah bisa dipergunakan.

Sebagaimana diwartakan, pembangunan Pasar Wonodri Semarang yang ditargetkan rampung akhir 2018, ternyata tidak bisa terselesaikan.

Dari target 100 persen pada 26 Desember 2018, baru tercapai 85 persen sehingga masih menyisakan 15 persen pengerjaan.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), kontraktor pelaksana pembangunan Pasar Wonodri diberikan perpanjangan waktu 25 hari dengan denda.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar