Polbangtan YoMa raih predikat Unit Kerja Bebas Korupsi 2018

id Polbangtan, bebas korupsi

Polbangtan YoMa raih predikat Unit Kerja Bebas Korupsi 2018

Inspektorat Jenderal Kementan Justan Riduan Siahaan menyerahkan sertifikat sebagai UPT bebas korupsi kepada Polbangtan yang diterima oleh Direktur Polbangtan Dr. Rajiman, S.P, M.P. (Foto: Polbangtan/Tantyanar)

Magelang - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (YoMa) menerima kunjungan tim Inspektorat Jenderal dalam rangka penilaian sebagai instansi Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK WBBM), beberapa waktu lalu.

Penilaian yang meliputi seluruh aspek kegiatan dan pelayanan di kampus itu menjadi perhatian tim penilai. Tim WBK WBBM serta Tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Polbangtan YoMa turut terjun menyiapkan formulir penilaian.

"Penilaian WBK WBBM ini menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat kepada kita sebagai salah satu unit kerja Kementerian Pertanian dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi yang dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu kita harus mampu menunjukkan bahwa segala aspek penyelenggaraan pendidikan maupun kerja sama di Polbangtan YoMa belangsung bersih dan transparan serta bebas dari korupsi," pesan Direktur Polbangtan YoMa Dr. Rajiman, S.P., M.P.

Hasil dari penilaian tersebut, Polbangtan YoMa meraih predikat Unit Kerja Bebas dari Korupsi Lingkup Kementerian Pertanian tahun 2018 yang diserahkan pada Kamis (6/12) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian kepada Direktur Polbangtan Yoma.

Rasa senang serta bangga dirasakan oleh seluruh civitas akademika Polbangtan YoMa karena kerja keras untuk mewujudkan Polbangtan YoMa menjadi wilayah bebas dari korupsi mendapat pengakuan dan apresiasi dari Kementan.

"Ini menjadi hadiah terbaik menutup tahun 2018. Selamat atas penghargaan WBK kepada Polbangtan YoMa. Semoga dapat menjadi motivasi kerja untuk menjadi makin baik," pesan Direktur Polbangtan YoMa. (Polbangtan/Tantyanuar)

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar