Ditemukan elpiji subsidi salah sasaran di Solo

id Sidak elpiji

Ditemukan elpiji subsidi salah sasaran di Solo

Tim sidak dari Dinas Perdagangan, Pertaminana, Hiswana Migas, dan Satpol PP menemukan puluhan elpiji subsidi salah sasaran (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Surakarta menemukan puluhan elpiji subsidi salah sasaran pada sidak bersama PT Pertamina (Persero) dan Hiswana Migas di beberapa rumah makan di Kota Solo.

Pantauan di lapangan di Solo, Kamis, salah satu lokasi sidak yaitu di Soto Stabelan. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 23 tabung elpiji melon ditemukan oleh tim sidak.?

Kepala Dinas Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Surakarta Kristiana mengatakan untuk elpiji melon yang ditemukan selanjutnya digantikan dengan tabung elpiji bright gas. Ia mengatakan untuk dua tabung elpiji melon kosong diganti dengan 1 tabung bright gas isi.

"Penggantian ini dilakukan oleh agen yang tergabung dalam Hiswana Migas. Selanjutnya, jika ada tabung melon yang masih isi maka kami tukar uang sebesar Rp15.500/tabung yaitu harga eceran tertinggi di tingkat pangkalan," katanya.

Ia mengatakan penggantian dilakukan karena seharusnya pelaku usaha besar tidak berhak atas tabung elpiji yang ditujukan untuk masyarakat miskin dan usaha mikro.

"Kalau ternyata seperti ini kan kasihan masyarakat miskin. Baru 5 tabung elpiji saja sudah bisa digunakan untuk 5 kepala keluarga," katanya.

Sementara itu, Unit Manager Komunikasi dan CSR Jawa Tengah dan DIY Pertamina Andar Titi Lestari berharap dengan adanya sidak tersebut ke depan agen maupun pangkalan bisa lebih tepat dalam menyalurkan elpiji 3 kg, yaitu kepada mereka yang memang tepat dan pantas menerima.

"Ini sesuai dengan tulisan yang tertera di tabung elpijinya `Untuk Masyarakat Miskin`," katanya.

Ia juga memastikan Pertamina akan memberikan sanksi kepada pangkalan atau agen yang mengirimkan langsung elpiji 3 kg ke rumah makan besar.

"Sanksinya bermacam-macam, jika berkali-kali tetap menyalahi aturan sanksi terberatnya adalah pemutusan hubungan usaha," katanya. *
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar