PMI Boyolali salurkan air bersih di daerah kekeringan

id Bantuan air bersih di Boyolali

PMI Boyolali salurkan air bersih di daerah kekeringan

Sejumlah warga sedang antre air bersih dari PMI di Dukuh Doyosari, Desa Lanjaran Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Senin (6/8). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

anggaran yang diambilkan dari penggalangan dana pada Bulan Dana 2017 yang digunakan pada tahun ini
Boyolali (Antaranews Jateng) - Palang Merah Indonesi (PMI) Cabang Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan di empat kecamatan, yakni Musuk, Selo, Kemusu, dan  sebagian wilayah kota.
     
Kepala Markas PMI Kabupaten Boyolali, Dahat Wilarso, di Boyolali, Senin, mengatakan, PMI selama sepekan ini, telah menyalurkan air 11 tangki masing-masing berisi 5.000 liter ke daerah kekeringan.
     
"Dibagikan untuk 584 keluarga di daerah bencana kekeringan," kata dia.
     
Pihaknya menyalurkan bantuan air sesuai dengan permintaan masyarakat melalui surat kepada kantor PMI Cabang Boyolali.  
    
"Bantuan air itu, anggaran yang diambilkan dari penggalangan dana pada Bulan Dana 2017 yang digunakan pada tahun ini," kata dia.
     
Ia berharap, batuan air bersih  tersebut dapat mengurangi beban mereka selama musim kemarau.
     
Bantuan air bersih juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali dengan mengirimkan 16 tangki air bersih ke daerah kekeringan.
     
Kepala BPBD Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan bantuan disalurkan ke beberapa kecamatan, seperti Wonosegoro, Musuk, dan Selo.   
     
Daerah di Boyolali yang terkena dampak kekeringan, antara lain Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Musuk, Klego, Andong, dan sebagai Karanggede.
     
BMKG memprediksi pada tahun ini, musim kering basah hingga September mendatang.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar