Legislator ingatkan pentingnya antisipasi dini DBD

id dbd

Legislator ingatkan pentingnya antisipasi dini DBD

Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging untuk memutus mata rantai penyebaran wabah nyamuk Chikugunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD). ANTARA FOTO/ Saiful Bahri.

Purwokerto (Antaranews Jateng) - DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali mengingatkan pentingnya antisipasi dini untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengingat potensi hujan masih tinggi.

"Memasuki musim peralihan atau pancaroba ini potensi hujan masih tinggi dan potensi penyakit DBD, dikhawatirkan meningkat," kata Sekretaris Komisi D DPRD Banyumas, Yoga Sugama di Purwokerto, Senin.

Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah kabupaten untuk melakukan upaya antisipasi dan meningkatkan penyuluhan ke masyarakat.

Contohnya, kata dia, adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai risiko genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.

"Yang kami khawatirkan adalah perkembangbiakan nyamuk Aedes masih tinggi saat potensi hujan juga masih tinggi," katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, kata dia, dinas kesehatan harus terus menyosialisasikan mengenai gerakan `3M Plus`," katanya.

Gerakan 3M yang dimaksud adalah menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes.

Yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk dan anti nyamuk juga mengatur pencahayaan dan ventilasi di dalam rumah.

Selain itu, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

"Sosialisasikan hal tersebut secara terus menerus kepada masyarakat untuk mencegah DBD," katanya.

Sebelumnya, BMKG memprakirakan awal musim kemarau tahun 2018 untuk sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, diperkirakan mulai bulan juni dasarian dua.

Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar