Pemkab Pekalongan tawarkan relokasi kepada warga terdampak rob

id Pemkab Pekalongan, relokasi

Pemkab Pekalongan tawarkan relokasi kepada warga terdampak rob

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau pemukiman warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto yang masih terdampak rob. (ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menawarkan relokasi kepada warga terdampak rob di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto yang kini pemukimannya masih dilanda air pasang laut.

"Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga Dusun Simonet, Desa Semut untuk mendekati pemukiman warga lain meski mata pencahariannya tetap di situ (Desa Semut, red.)," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pekalongan, Rabu.

Dia mengatakan sudah hampir sebulan terakhir ini air pasang masih menggenangi permukiman warga karena Desa Semut merupakan wilayah langganan rob.

Dusun Simonet, kata dia, termasuk wilayah terpencil dengan jumlah 64 keluarga dan 56 rumah.

"Kita berpikir warga ini nyaman atau tidak tinggal di dusun terpencil yang terpisah dengan dusun lain yang ada di Desa Semut mengingat kalau kondisi air pasang maka makin tinggi sehingga otomatis permukiman mereka akan tergenang," katanya.

Bupati Asip mengatakan untuk mewujudkan wilayah dusun itu bebas dari rob atau relokasi maka akan membutuhkan proses waktu yang lama sehingga hal tersebut perlu adanya sosialisasi dari Pemerintah Desa Semut.

"Pemkab memiliki alternatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat harus meninggalkan basis mata pencaharian mereka yaitu nelayan," katanya.

Dia mengatakan pemerintah desa sudah menyiapkan lahan sehingga pemkab akan secepatnya berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat untuk mekanisme pembiayaannya.

"Yang jelas, untuk memberikan kenyamanan pada warga Dusun Simonet perlu relokasi karena jika menggunakan rekayasa teknik maka tidak memungkinkan mengingat kondisi alam," katanya.

Baca juga: Rumah tergenang rob, ratusan warga Kota Pekalongan mengungsi
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar