Pemkot Solo ingatkan mal terapkan protokol kesehatan

id Protokol kesehatan, pusat perbelanjaan

Pemkot Solo ingatkan mal terapkan protokol kesehatan

Kondisi salah satu pusat perbelanjaan di Solo (ANTARA/Aris Wasita)

Peningkatannya sangat signifikan, jika selama masa KLB ini rata-rata tingkat kunjungan di tempat kami sekitar 1.000 orang per hari untuk saat ini mencapai 4.000 orang per hari
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Solo mengingatkan pengelola seluruh pusat perbelanjaan salah satunya mal tetap menerapkan protokol kesehatan menyusul tingginya jumlah kunjungan jelang Lebaran.

"Manajemen pusat perbelanjaan tetap harus membuat aturan untuk protokol kesehatan karena saat ini di Solo masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) COVID-19," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Selasa.

Ia mengatakan beberapa protokol yang harus dilaksanakan di antaranya jaga jarak, penggunaan masker oleh penjual maupun pembeli, dan kasir harus melayani dengan menggunakan sarung tangan.

Ia mengatakan sejauh ini Kota Solo masih memperbolehkan pusat perbelanjaan beroperasi karena Solo tidak berstatus pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski demikian, untuk jam kunjungan tetap dibatasi.

"Dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB. Pengunjung juga harus pakai masker, di pasar tradisional saja wajib pakai masker, mal juga sama," katanya.

Baca juga: Bupati minta pemilik toko di Purbalingga terapkan protokol kesehatan

Sementara itu, terkait penerapan protokol kesehatan ini, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan.

Terkait tingginya tingkat kunjungan mal di tengah pandemi, Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall Veronica Lahji mengatakan selama beberapa hari memang terjadi peningkatan pengunjung di Solo Paragon Mall.

"Peningkatannya sangat signifikan, jika selama masa KLB ini rata-rata tingkat kunjungan di tempat kami sekitar 1.000 orang per hari untuk saat ini mencapai 4.000 orang per hari," katanya.

Ia mengatakan peningkatan jumlah kunjungan terjadi sejak minggu lalu. Menurut dia, kebanyakan para pengunjung mencari barang kebutuhan pokok, salah satunya pakaian.

"Kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, salah satunya pengunjung yang tidak pakai masker dilarang masuk mal. Kami juga melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk mal," katanya.

Baca juga: Antisipasi COViD-19, pusat perbelanjaan di Kudus mulai tutup sementara
Baca juga: Tim gabungan sidak sejumlah pusat perbelanjaan di Pekalongan

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar