Hadapi panen raya, petani Banyumas diimbau antisipasi penyebaran COVID-19

id dinas pertanian banyuma,panen padi

Hadapi panen raya, petani Banyumas diimbau antisipasi penyebaran COVID-19

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang sedang memanen padi di sawah diimbau untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso.

"Saat sekarang memang sedang menghadapi masa panen raya yang diperkirakan akan berlangsung pada bulan April dan hal itu tidak bisa ditunda," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Ia mengatakan panen padi tetap harus dilaksanakan meskipun kerumunan masyarakat tidak boleh dilakukan jika terjadi "lockdown" parsial sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Baca juga: Petani Temanggung rintis wisata hortikultura petik buah jambu

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau para penyuluh pertanian untuk menyosialisasikan kepada petani agar mengurangi kerumunan dan menyediakan alat-alat pencegahan penyebaran COVID-19 saat panen padi.

"Alat-alat pencegahan itu seperti sabun, air mengalir, dan pelindung. Kita sampaikan hal itu terus-menerus karena saat sekarang sudah ada petani di beberapa wilayah yang mulai panen padi," tegasnya.

Ia mengakui saat panen padi, sebagian petani sering kali menggunakan kaos atau kain lainnya sebagai penutup wajah khususnya bagian mulut dan hidung.

Akan tetapi, kata dia, hal itu tidak bisa mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Oleh karena itu, saya berulang kali meminta teman-teman penyuluh untuk mengingatkan petani agar berhati-hati dan tetap waspada terhadap penyebaran virus corona. Hindari kontak langsung yang berlebihan dan setelah panen, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir," tegasnya.

Widarso mengatakan saat sekarang pihaknya sedang meningkatkan gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat yang sudah mulai muncul di beberapa wilayah seperti Kecamatan Patikraja dan Kebasen.

Menurut dia, gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat itu dilakukan sebagai upaya agar tidak terjadi gagal panen pada musim tanam pertama tahun 2019/2020 itu.

"Saat sekarang memang belum ada yang terkena wereng, cuma populasinya sudah mulai banyak sehingga kami lakukan pengendalian," jelasnya.

Sebelumnya, Widarso mengatakan luas  tanaman padi yang telah dipanen hingga awal bulan Maret 2020 mencapai kisaran 1.000 hektare dari total luas tanam yang mencapai 30.000 hektare.

Dia memperkirakan potensi luas tanaman padi yang siap dipanen saat panen raya pada bulan April mencapai kisaran 20.000 hektare, sedangkan sisanya pada bulan Mei. 

Baca juga: Musim panen, Bulog subdivre Banyumas siap serap beras petani
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar