SMK Duta Karya Kudus membuat cairan pembersih tangan dengan harga terjangkau

id hand sanitizer dibuat sendiri ,smk duta karya kudus,cairan pembersih tangan

SMK Duta  Karya Kudus  membuat cairan pembersih tangan dengan harga terjangkau

Dua siswa SMK Duta Karya Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah membuat (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Siswa SMK Duta Karya Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil memproduksi cairan pembersih tangan atau "hand sanitizer", sabun pencuci tangan, serta disinfektan yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) dengan harga jual yang terjangkau.

Bahan baku yang dibutuhkan, memang mudah diperoleh di pasaran, salah satunya bahan baku alkohol merupakan stok lama yang dimiliki SMK Duta Karya yang selama ini dipakai untuk kepentingan praktik siswa, menyusul stok alkohol di pasaran mulai langka.

"Alkohol yang kami gunakan merupakan stok yang masih tersedia dan selama ini memang digunakan untuk kepentingan praktikum siswa," kata Guru Kimia Industri SMK Wisuda Karya Kudus sekaligus Ketua Pelaksana Laboratorium Produksi Faruq Makhrus ditemui di sela-sela mendampingi anak didiknya mempraktikkan pembuatan "hand sanitizer" dan "hand soap" saat menerima kunjungan Ketua DPRD Kudus Masan di ruang praktikum SMK Wisuda Karya Kudus, Sabtu.

Baca juga: Pemkab Magelang semprot disinfektan kendaraan di daerah perbatasan
Baca juga: Muhammadiyah sebut pandemi COVID-19 momentum membangun budaya hidup sehat


Adapun bahan baku yang digunakan, untuk pembuatan "hand sanitizer" berupa alkohol, hidrogen peroksida, gliserol, dan aquadest steril dengan komposisi tertentu, sedangkan untuk pembuatan "hand soap" menggunakan bahan texapon, nacl, comperlan, glisern, parfum, EDTA, dan aquadest juga dengan komposisi tertentu.

Sementara untuk pembuatan larutan disinfektan, siswa SMK tersebut cukup menggunakan bahan byclean dan air bersih.

Jika pembuatan "hand soap" tidak membutuhkan waktu lama karena setelah semua bahan dicampur dan diaduk rata, hasilnya sudah bisa dimanfaatkan, sedangkan untuk "hand sanitizer" setelah semua bahan dicampur dan diaduk hingga merata, harus ditunggu selama tiga hari baru bisa dimanfaatkan untuk mengetahui ada tidaknya bahan yang belum tercampur merata.

Sementara itu, Kepala SMK Duta Karya Kudus Muhammad Tho'at mengakui di pusat Laboratorim Kimia Industri milik sendiri telah memproduksi dalam jumlah yang cukup dan dapat didistribusikan ke seluruh Kabupaten Kudus dengan harga di bawah standar.

Para siswa juga sudah mendapatkan pembelajaran soal cara membuat produk yang saat ini tengah dibutuhkan masyarakat.

Beberapa produk yang berhasil dibuat, yakni mulai dari hand soap (sabun cair), sabun batangan, serta cairan disinfektan dan semuanya telah diuji di laboratorium untuk memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). SMK Duta Karya Kudus juga akan melakukan kegiatan sosial penyemprotan disinfektan ke sekolah SD, SMP, masyarakat maupun sejumlah instansi.

Untuk melakukan kegiatan tersebut, akan diterjunkan guru sekolah sebagai Tri Darma Pendidikan yang dijadwalkan mulai Senin (23/3).

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan mengapresiasi siswa SMK Duta Karya Kudus karena di tengah masyarakat kesulitan mendapatkan kedua produk tersebut, ternyata di sekolah ini mampu membuat.

"Hal ini tentunya perlu dikoordinasikan dengan Pemkab Kudus agar masyarakat Kudus bisa memanfaatkan produk lokal. Sehingga ada dukungan, tentunya bisa berkembang," ujarnya.

Sebaiknya, lanjut dia, kerja sama tersebut jangan hanya saat terjadi kondisi seperti sekarang, tetapi kondisi normal juga tetap bisa dijalin kerja sama agar mereka bisa berkembang lebih baik. 


 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar