Cegah COVID-19, Unisri masih aktif produksi "hand sanitizer" untuk masyarakat

id Unisri, produksi hand sanitizer

Cegah COVID-19, Unisri masih aktif produksi "hand sanitizer" untuk masyarakat

Tiga orang mahasiswa tengah memproduksi hand sanitizer. ANTARA/HO/Humas Unisri

Untuk hand sanitizer ke masyarakat ini biasanya kami juga melibatkan pihak ketiga sebagai sponsor. Selanjutnya, dibagikan gratis ke masyarakat
Solo (ANTARA) - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta hingga saat ini masih aktif memproduksi hand sanitizer baik untuk keperluan internal maupun eksternal, salah satunya untuk masyarakat.

"Eksternal ini ada yang disalurkan kepada masyarakat dan ada yang pesanan dari pihak luar," kata Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Program Studi Teknologi Pangan Unisri Nanik Suhartatik di Solo, Senin.

Ia mengatakan produksi hand sanitizer tersebut sudah berlangsung sejak awal penyebaran COVID-19. Menurut dia, dari total 100 liter yang diproduksi oleh fakultas tersebut, lebih dari 50 persennya disalurkan ke masyarakat.

"Untuk hand sanitizer ke masyarakat ini biasanya kami juga melibatkan pihak ketiga sebagai sponsor. Selanjutnya, dibagikan gratis ke masyarakat," katanya.

Baca juga: Unisri Surakarta: Mahasiswa jadi budak teknologi

Ia mengatakan sejauh ini untuk penyalurannya tidak hanya di Kota Solo tetapi juga beberapa kabupaten lain, di antaranya Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Menurut dia, langkah tersebut salah satunya bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 di masyarakat.

Untuk produksinya sendiri, dikatakannya, melibatkan enam mahasiswa di fakultas tersebut. Berbeda dengan awal-awal penyebaran COVID-19, pihaknya sempat kesulitan mencari bahan baku pembuatan hand sanitizer tersebut.

"Seperti alkohol kan sempat sulit diperoleh, selain itu juga botol sempat langka. Kalau sekarang sudah gampang dan tidak ada kendala dalam proses produksi," katanya.

Sementara itu, selain memproduksi hand sanitizer, pihaknya juga aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui kelurahan terkait kiat menghadapi fase normal baru.

"Karena kami kan teknologi pangan, jadi lebih mengarah pada pangan fungsional apa saja yang bisa meningkatkan sistem imun. Saat ini kami masih gencar melakukan sosialisasi tersebut," katanya.

Baca juga: Unisri apresiasi perpanjangan beasiswa BI
Baca juga: Unisri apresiasi perpanjangan beasiswa BI
Baca juga: Unisri Solo produksi cairan pembersih tangan untuk masyarakat
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar