Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di China menjadi 2.029 orang

id virus corona,Provinsi Hubei di China ,China , 2029 orang tewas

Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di China menjadi 2.029 orang

Perawat berjalan di dalam kamar karantina pasien virus corona baru di gedung A2 milik Shanghai Public Clinical Center, yang sudah selesai dibangun tetapi masih belum digunakan, di Shanghai, China, Senin (17/2/2020). ANTARA/REUTERS/POOL/tm

Jakarta (ANTARA) - Provinsi Hubei di China tengah pada Rabu (19/2)  memastikan ada 349 kasus  baru virus corona terkonfirmasi, demikian dilaporkan komisi kesehatan provinsi, Kamis.

Angka itu merupakan penurunan dari 1.693 kasus pada hari sebelumnya, sekaligus yang paling sedikit sejak 25 Januari.

Kasus-kasus baru tersebut menambah jumlah total kasus terkonfirmasi di Hubei menjadi 62.031.

Menurut komisi kesehatan, jumlah kasus baru terkonfirmasi pada Rabu merupakan penghitungan akhir setelah dikurangi 279 kasus dari 10 kota di Hubei.

Baca juga: 14 pekerja WN China di Batang tidak terinfeksi corona
Baca juga: 110 dari 112 sampel diperiksa Kemenkes negatif virus corona
Baca juga: Tiga WNI awak Kapal Diamond Princess positif terinfeksi virus corona


Jumlah kasus baru yang dilaporkan oleh komisi setiap hari merupakan jumlah bersih.

Sebelum dikurangi, jumlah kasus baru pada Rabu mencapai 628.

Total korban meninggal di Hubei akibat COVID-19, nama resmi virus corona, mencapai 2.029 hingga Rabu, naik 108 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Sebagian besar kematian baru pada Rabu terdapat di Ibu Kota Provinsi Hubei, Wuhan, yang diyakini tempat virus pertama kali muncul.

Wuhan melaporkan 88 kematian baru, turun dari 116 pada Selasa (18/2). Hingga kini, korban meninggal akibat COVID-19 di Wuhan mencapai 1.585 orang.

Baca juga: Pemkab Cilacap kirim 10.000 masker untuk pekerja Indonesia di Hong Kong
Baca juga: Jateng kirim 41.250 masker untuk WNI di Hong Kong, Taiwan dan Singapura
Baca juga: Direktur RS Wuhan China meninggal dunia akibat virus corona


Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar